Arema FC Tundukkan PSIM Yogyakarta 3-1 di Stadion Kanjuruhan
Arema FC sukses memetik hasil maksimal pada pertandingan pamungkas mereka dalam kompetisi BRI Super League 2025/2026. Berhadapan dengan PSIM Yogyakarta di Stadion Kanjuruhan, Malang, klub berjuluk Singo Edan tersebut mengamankan kemenangan meyakinkan dengan skor akhir 3-1.
Hasil positif ini menjadi persembahan manis bagi para pendukung setia, Aremania, yang hadir langsung memberikan dukungan di stadion pada Jumat (22/5/2026) sore WIB. Seperti dilansir dari Bola, skuad tuan rumah langsung menunjukkan dominasi mereka sejak peluit pertama dibunyikan.
Pertandingan baru berjalan tiga menit ketika jala gawang PSIM Yogyakarta bergetar. Joel Vinicius membuka keunggulan Arema FC setelah memanfaatkan operan matang dari Dalberto yang sebelumnya berhasil merebut bola di lini pertahanan tim tamu.
Joel Vinicius yang bergerak bebas tanpa kawalan ketat dari lini kedua langsung melepaskan tembakan terarah. Bola deras tersebut gagal diantisipasi oleh penjaga gawang PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, sehingga mengubah papan skor menjadi 1-0.
Memasuki paruh kedua laga, Arema FC tidak menurunkan intensitas serangan mereka. Hasilnya terlihat pada menit ke-49 ketika Dalberto Luan sukses menggandakan keunggulan tim tuan rumah menjadi 2-0 atas tamunya.
Gol ini tercipta melalui skema serangan yang rapi dari sektor tengah. Betinho mengirimkan umpan terobosan akurat kepada Dalberto Luan yang berdiri bebas tanpa kawalan dari para pemain bertahan lawan.
Pemain asing Arema FC tersebut kemudian menggiring bola mendekati area penalti dengan tenang. Tanpa kesulitan berarti, Dalberto Luan menceploskan bola ke dalam gawang untuk memperlebar jarak keunggulan Singo Edan.
Namun, keunggulan dua gol tampaknya membuat lini belakang tim tuan rumah sedikit kehilangan fokus. PSIM Yogyakarta langsung merespons dengan cepat dan memperkecil ketertinggalan mereka hanya dalam waktu tiga menit berselang.
Melalui kombinasi operan-operan pendek yang rapi di area pertahanan Arema FC, tim tamu berhasil menembus celah yang terbuka. Deri Corfe menjadi aktor utama yang menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol dan mengubah kedudukan sementara menjadi 2-1.
Setelah gol balasan tersebut, jalannya pertandingan menjadi semakin sengit dengan aksi jual beli serangan dari kedua belah pihak. Arema FC berupaya mengamankan poin penuh, sementara PSIM Yogyakarta terus menekan demi menyamakan kedudukan.
Kepastian kemenangan Arema FC akhirnya terkunci menjelang akhir babak kedua, tepatnya pada menit ke-89. Valdeci sukses mencatatkan namanya di papan skor sekaligus memperbesar keunggulan timnya menjadi 3-1.
Skema gol ketiga ini berawal dari umpan panjang yang dilepaskan oleh Adi Satryo menuju lini depan. Bola kiriman tersebut mendarat di kaki Dalberto yang berada dalam posisi bebas, lalu segera mengalirkannya kepada Valdeci.
Valdeci yang bergerak cepat dari lini kedua langsung membidik gawang lawan dari jarak jauh. Tembakan keras yang dilepaskannya meluncur begitu deras tanpa mampu dibendung oleh Cahya Supriadi yang kembali harus memungut bola dari dalam gawangnya.