Arab Saudi Bakal Alami Gerhana Matahari Total pada 2027

Share

Wilayah Arab Saudi dijadwalkan menjadi salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027. Peristiwa alam langka ini dilaporkan akan melintasi wilayah kerajaan tersebut untuk pertama kalinya dalam 77 tahun terakhir, seperti dilansir dari Detik iNET yang mengutip Gulf News pada Minggu (2/8/2026). Fenomena mendatang ini diprediksi akan menjadi gerhana total pertama di kawasan tersebut sejak 1952.

Peristiwa pada tahun 1952 itu sempat dikenal masyarakat lokal sebagai Tahun Kegelapan akibat langit siang yang mendadak berubah gelap total saat Bulan menutup piringan Matahari. Kepala Jeddah Astronomical Society, Majed Abu Zahra menjelaskan bahwa lintasan totalitas gerhana bakal berawal dari area pesisir Laut Merah. Jalur tersebut lalu melintasi sejumlah kota utama di bagian barat dan barat daya Arab Saudi, meliputi Makkah, Jeddah, Taif, Al Baha, Al Qunfudhah, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran, sementara area lain menyaksikan gerhana sebagian.

"Cahaya siang akan meredup menyerupai suasana senja selama fase totalitas. Fenomena ini disertai penurunan suhu yang terasa, kemunculan korona Matahari, serta terlihatnya beberapa bintang dan planet di langit," kata Kepala Jeddah Astronomical Society, Majed Abu Zahra.

Kondisi siang hari dipastikan berubah dramatis dengan korona Matahari yang tampak jelas di atmosfer luar. Penurunan suhu udara yang signifikan juga akan terjadi bersamaan dengan munculnya planet dan bintang yang dapat terlihat dari bumi. Durasi fenomena ini disebut oleh Pakar Cuaca dan Iklim Arab Saudi, Khaled Al Zaaq, bakal berlangsung hingga 5 menit 55 detik di beberapa titik lokasi pengamatan. Waktu tersebut menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu gerhana matahari total dengan durasi terlama di kawasan Timur Tengah pada abad ke-21.

Selain visual korona Matahari, para pengamat diprediksi memiliki kesempatan melihat fenomena efek cincin berlian tepat sebelum dan sesudah fase totalitas. Pengamat juga berpeluang menyaksikan fenomena Baily's beads berupa kilatan cahaya di tepi Bulan. Peristiwa astronomi ini diperkirakan menarik kedatangan ribuan wisatawan, ilmuwan, serta fotografer dari mancanegara. Meski demikian, masyarakat diimbau tidak melihat Matahari secara langsung tanpa memakai kacamata gerhana bersertifikat guna mencegah kerusakan mata permanen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author