Apple Rombak Siri AI dan Fondasi Sistem Operasi di WWDC 2026

Share

Apple Inc. resmi memperkenalkan perombakan besar pada fondasi sistem operasi mereka dalam konferensi pengembang tahunan Worldwide Developers Conference (WWDC) 2026. Perusahaan mengklaim pembaruan ini menghadirkan fitur pencarian yang lebih cepat, berkualitas, dan jauh lebih baik.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, raksasa teknologi asal Cupertino, California, Amerika Serikat tersebut memanfaatkan WWDC 2026 sebagai momentum untuk meletakkan dasar bagi generasi produk masa depan. Langkah ini sekaligus memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam mengatasi berbagai kendala teknologi demi bersaing di era kecerdasan buatan (AI).

Sistem operasi terbaru yang mendapatkan pembaruan meliputi iOS 27, macOS 27 Golden Gate, watchOS 27, dan visionOS 27. Seluruh sistem ini mengintegrasikan asisten digital Siri AI yang telah diperbarui agar lebih cerdas, andal, memahami konteks, serta mampu mengontrol berbagai aplikasi secara tepat.

Peluncuran yang berlangsung pada Senin waktu AS ini menjadi lompatan kedua setelah pengenalan Apple Intelligence dua tahun lalu. Sejumlah fitur baru tersebut sempat mengalami penundaan di tengah persaingan ketat dengan kompetitor seperti OpenAI, Google milik Alphabet Inc., dan Anthropic PBC.

"WWDC 2026 adalah ujian kredibilitas AI Apple. Apple tidak perlu memenangkan persaingan AI dengan memiliki model terbesar atau demo paling mencolok. Apple perlu membuat AI dipercaya, berguna, dan tidak terlihat di seluruh ekosistem," kata analis IDC Francisco Jeronimo.

Pihak manajemen Apple mengakui bahwa peluncuran fitur-fitur baru ini akan dilakukan secara bertahap. Pada fase awal musim gugur mendatang, Siri AI hanya tersedia dalam bahasa Inggris dengan label versi beta, serta belum dapat diakses di wilayah Tiongkok dan Uni Eropa.

Pembaruan teknologi ini sekaligus berfungsi untuk memperbaiki celah pada edisi sebelumnya. Melalui pembangunan ulang Siri dan modernisasi teknologi AI, Apple sedang menciptakan fondasi untuk gelombang produk masa depan yang bergantung pada kecerdasan buatan mumpuni.

Sebagai layanan asisten, Siri nantinya memiliki kemampuan untuk mengakses data pribadi, informasi dari web, konten di layar, dan aplikasi. Namun, fungsionalitas ini sebenarnya merupakan kapabilitas yang semula dijadwalkan rilis pada awal 2025.

Keterlambatan pemenuhan komitmen fitur Apple Intelligence tersebut sempat membawa perusahaan ke ranah hukum. Bulan lalu, Apple menyepakati pembayaran kompensasi sebesar US$250 juta kepada konsumen untuk menyelesaikan klaim terkait ketidaksesuaian publikasi kemampuan software mereka.

Kini, Siri AI yang disiapkan untuk para developer telah didesain ulang secara total. Fitur asisten digital ini menjadi bagian integral dari antarmuka Dynamic Island di iPhone dan untuk pertama kalinya dilengkapi aplikasi khusus serta pengalaman berinteraksi bergaya chatbot.

Eksekutif yang memimpin tim pengembangan Siri, Mike Rockwell, mendemonstrasikan kinerja asisten tersebut dalam menyelesaikan berbagai tugas harian. Uji coba langsung mencakup pencarian informasi konser, pemutaran musik, hingga pengaturan pengingat untuk membuktikan sistem baru ini lebih andal dari versi sebelumnya.

Selain peningkatan pada Siri, Apple turut memperkenalkan variasi fitur baru berbasis kecerdasan buatan lainnya. Pembaruan tersebut mencakup alat pengeditan foto, bantuan penulisan, serta fitur Visual Intelligence yang dijalankan menggunakan Apple Foundation Models generasi terbaru dengan basis teknologi Google Gemini.

Rencana strategis Apple berikutnya fokus pada pembaruan perangkat keras yang akan dimulai pada musim gugur ini melalui peluncuran iPhone lipat pertama dan iPhone 18 Pro. Apple bakal mengandalkan fitur AI Siri dan Apple Intelligence sebagai daya tarik utama pemasaran kedua gawai tersebut.

Perusahaan berharap inovasi ini mampu mendorong konsumen untuk meningkatkan perangkat lama mereka agar bisa menikmati teknologi AI terkini. Kebutuhan sistem mengharuskan pengguna minimal menggunakan iPhone 17 Pro atau iPhone Air, sedangkan seri iPhone 14 ke bawah dipastikan tidak mendapatkan dukungan Apple Intelligence.

"Fitur-fitur ini akan menjadi katalisator besar bagi pengguna iPhone 14 dan versi yang lebih lama untuk melakukan upgrade, terutama mereka yang mungkin mempertimbangkan untuk menunda pembelian karena tekanan inflasi atau ketidakpasetian ekonomi," menurut Nabila Popal dari IDC.

"Mendorong konsumen yang sudah lama menggunakan produk Apple namun ragu untuk melakukan upgrade akan membantu Apple mempertahankan momentum saat ini, dan itu merupakan pencapaian signifikan di pasar smartphone yang sedang mengalami penurunan," katanya.

Ekspansi AI ke Ekosistem Perangkat Baru

Teknologi AI teranyar ini juga dipersiapkan untuk mendukung kategori perangkat keras yang sepenuhnya baru. Perluasan kemampuan Visual Intelligence dan sistem kecerdasan buatan tingkat lanjut akan diaplikasikan pada kacamata pintar serta perangkat wearable yang dilengkapi kamera.

Dalam demonstrasinya, Apple menunjukkan kemampuan headset Vision Pro dalam mengidentifikasi objek secara instan hanya melalui pandangan mata. Antarmuka Siri yang telah ditingkatkan beserta teknologi AI pendukungnya juga akan menjadi pusat kendali dari perangkat rumah tangga generasi terbaru.

Lini produk rumah pintar tersebut nantinya mencakup hub layar pintar serta perangkat meja mutakhir yang terintegrasi dengan lengan robotik. Di sisi lain, Apple turut menyempurnakan antarmuka Liquid Glass yang diperkenalkan pada 2025 dengan menambahkan penggeser intensitas efek visual untuk mengatasi keluhan teks yang sulit dibaca.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Apple iOS 27 Siri AI WWDC 2026
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author