Aplikasi IKD Kemendagri Raih Award Digital Excellence 2026
Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) milik Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri memenangkan penghargaan Top Public Service Application for Ministry. Seperti dilansir dari Detikcom, apresiasi tersebut diberikan pada ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026.
Penghargaan diserahkan langsung oleh CEO JawaPos.com Dhimas Ginanjar kepada Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan. IKD sendiri berfungsi sebagai KTP elektronik versi digital yang dapat diakses langsung melalui telepon seluler.
Layanan digital ini memuat informasi kependudukan, Kartu Keluarga, serta berbagai dokumen penting lainnya. Kehadiran IKD mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan publik, kesehatan, perbankan, hingga pendidikan tanpa perlu membawa berkas fisik.
CEO JawaPos.com Dhimas Ginanjar menyampaikan bahwa ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi bagi kementerian, lembaga, dan organisasi yang konsisten berinovasi melalui transformasi digital.
"Kami ingin memberikan apresiasi kepada para pelaku perubahan itu," kata Dhimas.
Pernyataan tersebut disampaikan Dhimas saat membuka acara JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta.
Dhimas menilai kunci utama keberhasilan transformasi digital terletak pada budaya kerja serta keberanian organisasi untuk beradaptasi, bukan semata-mata bergantung pada teknologi yang digunakan.
"Yang paling penting adalah keberanian untuk berubahnya, karena apapun teknologi yang digunakan akan sulit kalau misalkan dari budaya kerja dan perusahaan tidak ada yang mau berubah," ujar Dhimas.
Ia menuturkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi menuntut setiap lembaga untuk terus belajar dan beradaptasi menghadapi tantangan baru.
"Bagi kami, digital ini sebuah maraton yang mungkin tidak ada garis finishnya. Saat ini kita mungkin tahu apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi era digital, tapi besok ketika tiba-tiba ada teknologi baru, ada algoritma baru, kita seakan memulainya lagi dari nol. Tapi ya itu adalah tantangan yang harus kita lewati," tutur Dhimas.
Ajang penghargaan tersebut juga dihadiri Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Komunikasi dan Media Massa Molly Prabawaty yang mewakili Menteri Komdigi Meutya Hafid, Direktur Infovesta Utama Wawan Hendrayana, serta jajaran perwakilan instansi penerima penghargaan lainnya.