Anwar Ibrahim Ungkap Kerugian Dana Pensiun Malaysia di eFishery
Kumpulan Wang Persaraan (KWAP) selaku lembaga pengelola dana pensiun pegawai negeri Malaysia menjadi korban dugaan penipuan investasi pada perusahaan rintisan perikanan asal Indonesia, eFishery, dengan nilai kerugian mencapai hampir RM 200 juta atau sekitar Rp 860 miliar. Seperti dilansir dari Detik Finance yang mengutip laporan The Edge Malaysia pada Minggu (19/7/2026), kerugian besar tersebut terjadi akibat adanya manipulasi laporan keuangan yang dilakukan secara terencana oleh pihak manajemen perusahaan rintisan tersebut. Menteri Keuangan sekaligus Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan penjelasan resmi mengenai kronologi investasi tersebut dalam laporan tertulis kepada parlemen pada hari Rabu 15 Juli 2026 yang lalu.
"Keputusan tersebut telah melalui proses evaluasi dan tata kelola, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, yang mencakup verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional," kata Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.
Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa proses pengawasan dan pemeriksaan internal sebelum penanaman modal sudah dijalankan sesuai prosedur yang berlaku oleh konsorsium investor. "Pada saat yang sama, konsorsium investor, termasuk KWAP, juga melakukan uji tuntas independen untuk memastikan bahwa semua informasi lengkap dan valid untuk pertimbangan investasi," kata Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.
Ia memaparkan bahwa sejumlah investor institusional internasional ternama seperti Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar juga turut menanamkan modal mereka di perusahaan rintisan perikanan tersebut. "Meskipun demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang direncanakan, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery," kata Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.
Berdasarkan catatan performa finansial tahun 2023, eFishery berhasil memperoleh suntikan dana segar sebesar US$ 200 juta dari putaran pendanaan Seri D, di mana US$ 47,7 juta dari total nominal tersebut disalurkan oleh KWAP. Pernyataan tertulis dari pemimpin pemerintahan Malaysia ini dikeluarkan demi menjawab pertanyaan terperinci yang diajukan oleh anggota parlemen Subang, Wong Chen, mengenai langkah pertanggungjawaban dari dewan direksi, panel investasi, dan manajemen senior KWAP. Sebagai langkah penanganan hukum yang sedang berjalan, konsorsium investor bersama KWAP telah memulai gugatan hukum demi memulihkan dana dan menyerahkan hasil tinjauan komprehensif kepada dewan direksi untuk diteliti lebih lanjut.