Anthony Gordon Ungkap Peran Marcus Rashford Usai Gabung Barcelona

Share

Pemain sayap Timnas Inggris Anthony Gordon mengungkapkan peran krusial serta dukungan moral yang diberikan oleh Marcus Rashford setelah dirinya resmi menyelesaikan proses transfer dari Newcastle United menuju Barcelona pada musim panas ini.

Kepindahan Gordon dengan nilai transfer 60,7 juta poundsterling membuat Barcelona memilih tidak mengaktifkan opsi pembelian Rashford senilai 30 juta euro, yang musim lalu menghabiskan masa peminjaman sukses di bawah asuhan pelatih Hansi Flick.

Dilansir dari Barca Universal dan Mundo Deportivo, Gordon menceritakan bahwa seniornya di tim nasional tersebut langsung menghubunginya untuk memberikan selamat dan membantu proses adaptasi di Catalonia.

"Dia langsung mengucapkan selamat begitu melihatku. Dia sangat membantuku," kata Anthony Gordon.

Pemain berusia 25 tahun itu menambahkan bahwa bantuan Rashford sangat meringankan bebannya karena ia belum pernah berkunjung ke wilayah tersebut sebelumnya.

"Aku sedang mencari tempat tinggal, dan dia memberiku informasi tentang klub itu, yang sangat berguna karena aku belum pernah ke sana." ujar Anthony Gordon.

Gordon juga menepis anggapan miring publik luar terhadap kepribadian Rashford dan memuji dedikasi tinggi sang striker terhadap dunia sepak bola.

"Ini sulit bagi saya karena semua perhatian saya terfokus di sini, dan dia telah banyak membantu saya," imbuhnya.

Meskipun kedatangan Gordon secara praktis menggeser posisi bermain Rashford di level klub, mantan penggawa Newcastle tersebut menegaskan bahwa persaingan internal di skuad Thomas Tuchel adalah hal yang lumrah.

"Dia sangat suka bermain sepak bola. Dia selalu menguasai bola, melakukan latihan sentuh-dan-lari dan hal-hal semacam itu." tutur Anthony Gordon.

Gordon menilai Rashford sebagai sosok pemuda yang luar biasa, sopan, bersahaja, serta berasal dari latar belakang keluarga yang baik.

"Seorang pemuda yang baik, sopan, berasal dari keluarga baik-baik, setahu saya." ungkap Anthony Gordon.

Terkait persaingan memperebutkan tempat utama di lini serang Tiga Singa menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Norwegia, Gordon memandang iklim kompetitif tersebut justru berdampak positif bagi performanya.

"Kami bersaing untuk mendapatkan tempat dan memang begitulah sepak bola." tegas Anthony Gordon.

Ia meyakini bahwa persaingan yang sehat di level tertinggi akan selalu menguntungkan tim dan memacu kedua pemain untuk tampil maksimal.

"Di level tertinggi, hal itu selalu ada, dan biasanya menguntungkan saya, jadi saya tidak punya masalah dengan itu, dan saya yakin dia juga tidak," pungkas Anthony Gordon.

Di sisi lain, BBC Sport melaporkan tanggapan Gordon mengenai cuplikan viral interaksinya yang penuh umpatan dengan mantan pelatih Meksiko, Javier Aguirre, di pinggir lapangan Stadion Azteca saat Inggris menang 3-2 di babak 16 besar.

"I remember what Aguirre said. It was just a joke." kata Anthony Gordon.

Pemain yang dibesarkan di lingkungan miskin Norris Green, Liverpool, itu justru menganggap provokasi di tengah atmosfer pertandingan yang padat tersebut sebagai sebuah bentuk apresiasi terhadap performanya.

"With all the heat and tension surrounding the game, it was just a moment to have some fun." tambahnya.

Gordon menilai candaan tersebut mencairkan tensi tinggi laga, terutama setelah Jarell Quansah menerima kartu merah dan memaksa Inggris berjuang keras di dataran tinggi Mexico City.

"I had just gone past the defender on the goal line just before, so I took what he said as a bit of a compliment. That’s how I understood it." cetus Anthony Gordon.

Meskipun mengawali turnamen dengan sempat dicadangkan setelah laga melawan Kroasia dan Ghana, Gordon berhasil bangkit melalui kontribusi dua asis untuk Harry Kane saat melawan Republik Demokratik Kongo.

"I’m just glad he spoke to me and Bellingham during the game." tutup Anthony Gordon.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author