Anisa Rahma Ungkap Kronologi Kebakaran Rumah Akibat Lilin Lalat
Pasangan selebritas Anisa Rahma dan Anandito Dwis akhirnya membeberkan pemicu kebakaran yang menghanguskan hunian mereka di Bandung sekitar sebulan lalu. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan parah hingga mencapai 80 persen pada struktur bangunan.
Hingga saat ini, proses perbaikan rumah dinilai masih terus berjalan. Seperti dilansir dari Detik Hot, musibah ini berawal dari kelalaian penggunaan lilin yang dinyalakan oleh ibunda Anisa pada malam hari guna menghalau lalat.
"Awalnya dari lilin. Mamah pasang lilin untuk mengusir lalat. Mungkin karena capek akhirnya ketiduran dan lupa kalau lilin masih menyala," kata Anisa Rahma saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat (12/6/2026).
Peristiwa memilukan tersebut baru disadari pada dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Sang ibu yang mendadak terbangun terkejut melihat kobaran api yang sudah menjalar ke area sensitif di dalam ruangan.
"Pas buka pintu, api sudah besar banget. Sudah sampai ke atap, gorden, dan meja makan," tuturnya.
Anandito Dwis yang terbangun segera menuju ke lantai bawah untuk memeriksa keadaan. Namun, ruang makan kediaman mereka kala itu telah dikepung si jago merah sehingga menyulitkan upaya penyelamatan aset berharga.
"Seluruh ruang makan sudah penuh api. Saat itu sudah tidak banyak yang bisa saya lakukan," ungkap Anandito.
Suasana mencekam sempat mewarnai lingkungan sekitar pada tengah malam. Beruntung, warga setempat bergerak cepat membantu proses evakuasi para penghuni rumah agar terhindar dari bahaya.
"Kami bahkan tidak sempat berpikir menyelamatkan barang berharga. Warga yang mengingatkan agar mobil-mobil segera dikeluarkan dan seluruh keluarga dievakuasi," ujar Anisa.
Meskipun sebagian besar area utama bangunan hangus dilalap api, Anisa Rahma merasa bersyukur karena seluruh anggota keluarganya selamat tanpa ada korban jiwa.
"Kurang lebih 80 persen. Ruang kumpul, ruang makan, bahkan kasur juga habis. Dari tujuh kamar mandi, hanya satu yang masih bisa digunakan. Sekarang kami masih mengungsi sementara di rumah mertua," jelasnya.
Proses renovasi rumah berjalan lambat lantaran kendala tingkat kerusakan yang masif serta alokasi dana perbaikan yang harus diperhitungkan secara matang.
"Keadaan rumah memang masih belum banyak yang bisa dilakukan. Dari segi proyeknya masih membutuhkan biaya yang cukup besar. Jadi kami bertahap memperbaiki ruangan yang masih bisa ditempati," kata Anandito.
Tahap pemulihan bangunan saat ini dilaporkan baru menyentuh angka 20 persen. Pihak keluarga memilih fokus membenahi ruangan dengan tingkat kerusakan minim agar bisa segera ditempati kembali.
"Baru sekitar 20 persen. Ruangan yang tidak terlalu terdampak mulai diperbaiki. Ada juga ruang Al-Quran yang berisi sekitar 3.500 Al-Quran yang masih bisa digunakan," ujar Anisa.
Demi menjaga kesehatan buah hati mereka, Anisa dan Anandito memutuskan untuk menitipkan anak-anak mereka di tempat sang nenek guna menghindari paparan sisa material kebakaran.
"Kami lebih khawatir soal kesehatan pernapasan anak-anak. Jadi mereka sementara tinggal di rumah mama saya," kata Anandito.
Pasangan ini juga terus berupaya memberikan pemahaman yang lembut kepada anak-anak mereka mengenai kondisi tempat tinggal mereka saat ini.
"Kami jelaskan kalau rumah sedang diperbaiki. Anak-anak juga diajak berdoa supaya nanti bisa punya rumah yang bagus lagi dan semuanya kembali seperti semula," pungkas Anisa.