Angin Kencang Rusak Rumah dan Tumbangkan Pohon di Aceh Besar
Cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang Kabupaten Aceh Besar hingga merusak tujuh unit rumah warga dan satu ruko, serta menyebabkan pohon tumbang di delapan lokasi yang tersebar di delapan kecamatan, dilansir dari Detikcom.
Kerusakan fasilitas warga akibat terpaan cuaca buruk tersebut tercatat berlangsung sejak Selasa hingga Kamis, 4 hingga 6 Agustus 2026. Meski memicu kerusakan material, musibah tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar menyatakan bahwa penanganan darurat dan pemantauan kondisi masyarakat di lapangan masih terus berjalan.
"Angin kencang yang melanda Aceh Besar tersebut mengakibatkan atap rumah warga rusak, namun dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut," kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil di Lambaro.
Petugas di lapangan dikerahkan secara langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk membersihkan material sisa pohon tumbang. Pembersihan diprioritaskan pada kawasan jalur lalu lintas utama guna memulihkan kelancaran dan kelangsungan aktivitas warga.
"Petugas langsung turun ke lokasi untuk membersihkan pohon tumbang agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, terutama yang berada di jalur lalu lintas," ujarnya.
Menghadapi potensi cuaca buruk yang sewaktu-waktu dapat terjadi pada siang, sore, maupun malam hari, warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam kondisi angin kencang," katanya.
Masyarakat mengimbau agar membatasi kegiatan di area terbuka, serta menghindari lokasi berteduh yang berisiko tinggi seperti di bawah baliho, bangunan rawan roboh, dan pohon berukuran besar.
"Jika terjadi kondisi yang membahayakan, segera hubungi BPBD atau layanan kedaruratan di nomor 08116713113," imbuhnya.