Anak Hilang di Kunciran Tangerang Ditemukan di Jakbar
Seorang anak berinisial AP (10) yang sempat dilaporkan hilang saat membeli jajan di Kunciran, Pinang, Tangerang Kota, telah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di Joglo, Jakarta Barat, pada Selasa (4/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Peristiwa ini bermula ketika ibu korban, Nurjanah, mendapati anaknya tidak kunjung pulang setelah pergi naik sepeda untuk jajan pada Minggu (2/8). Orang tua korban yang panik bahkan sempat berjalan kaki hingga ke kawasan Pondok Aren untuk melakukan pencarian mandiri.
Petugas kepolisian dari Polsek Pinang kemudian mengamankan Nurjanah dan mendampinginya untuk membuat laporan resmi terkait anak meninggalkan rumah. Anak tersebut akhirnya dikembalikan ke pihak keluarga setelah diketahui pergi ke rumah kerabatnya tanpa memberi tahu orang tua.
Kapolsek Pinang, Iptu Adityo Wijanarko menjelaskan kronologi awal penerimaan laporan dari orang tua korban terkait hilangnya bocah tersebut.
"Kalau laporan dari orang tuanya, iya hilang saat jajan di warung, dia naik sepeda," kata Kapolsek Pinang, Iptu Adityo Wijanarko.
Pihak kepolisian segera bergerak cepat usai menemukan ibu korban yang sedang melakukan pencarian di luar wilayah.
"Yang bersangkutan sampai mencari anaknya ke daerah Pondok Aren Kemudian kami mendapatkan informasi dari masyarakat, kami menjemput yang bersangkutan, Ibu Nurjanah, untuk kami jemput ke Polsek Pinang dan kami buatkan surat laporan anak meninggalkan rumah," jelas Adityo.
Bocah tersebut akhirnya berhasil ditemukan dan dipastikan sudah kembali ke pangkuan keluarganya setelah diantar dari Jakarta Barat.
"Sudah kembali ke orang tuanya. Dia ke tempat keluarganya, di Joglo. Terus diantar pulang.
Tadi sempat laporan ke kembali lagi ke Polsek, jam 11.00 itu. Melaporkan bahwa yang bersangkutan udah kembali sama orang tuanya," ujar Adityo.
Kepolisian memastikan bahwa insiden ini murni karena keinginan anak untuk bepergian sendiri tanpa ada unsur tindak kejahatan dari pihak luar.
"Nggak ada indikasi tindak pidana. Murni dalam artian memang anaknya jalan sendiri, nggak ada pengaruh orang lain atau apa. Tadi dari pelapornya udah kita arahkan ke Polsek untuk mencabut laporan," imbuh Adityo.