Amerika Serikat Hadapi Turki di Laga Pamungkas Grup D

Share

Tim nasional Amerika Serikat akan menghadapi tantangan Turki pada pertandingan ketiga Grup D Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, California, pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 09.00 WIB.

Pertandingan yang disiarkan langsung oleh TVRI ini menjadi momentum pembuktian dominasi Amerika Serikat yang memuncaki klasemen setelah menyapu bersih dua laga awal dengan kemenangan.

Anak asuh Mauricio Pochettino telah mengamankan tiket babak gugur pasca membungkam Paraguay 4-1 dan Australia 2-0, sementara Turki dipastikan angkat koper akibat menelan dua kekalahan beruntun.

Laga ini juga menandai kesiapan penyerang sayap Christian Pulisic untuk kembali merumput setelah pulih dari cedera betis kiri yang didapatnya saat menghadapi Paraguay.

"Bolehkah saya menebak pertanyaan pertama?" tanya Christian Pulisic kepada para awak media di Irvine, California, dilansir dari goal.com.

Pemain berusia 27 tahun tersebut berada dalam suasana hati yang baik meskipun sempat melewatkan pertandingan melawan Australia.

"Bagaimana perasaanmu?" ucap Christian Pulisic menirukan pertanyaan yang ia persiapkan.

Pulisic menyatakan kondisi fisiknya baik dan kondisi mentalnya jauh lebih baik karena timnya berhasil lolos ke babak berikutnya.

"Piala Dunia itu sangat istimewa," kata Christian Pulisic.

Winger AC Milan tersebut tetap merasakan kebahagiaan dan ikut merayakan kemenangan tim di Seattle meskipun hanya menjadi penonton dari pinggir lapangan.

"Mendapatkan dua kemenangan dalam dua pertandingan pertama, lolos ke babak berikutnya—itu benar-benar momen yang menyenangkan bersama tim. Mereka menyanyikan lagu yang kita semua kenal, dan rasanya… aku tidak bisa menjelaskanya. Itu benar-benar membuat merinding. Sangat menyenangkan bisa berada di sini, menjadi bagian dari tim ini, baik aku bermain maupun tidak." ujar Christian Pulisic.

Ia menegaskan dirinya terus bersiap dan siap bertanding jika pelatih memutuskan untuk menurunkannya melawan Turki.

"Tentu saja saya sangat bersemangat," tutur Christian Pulisic.

Pulisic menceritakan awal mula cedera betisnya terjadi akibat benturan saat sesi latihan sebelum turnamen dimulai.

"Saya tidak akan mengatakannya," jawab Christian Pulisic sambil tertawa saat ditanya mengenai rekan yang menendangnya.

Cedera tersebut kemudian kambuh setelah ia kembali mendapat benturan dari pemain bertahan Paraguay di babak pertama.

"Sepanjang babak pertama, rasanya baik-baik saja," kata Christian Pulisic.

Setelah itu, ia harus menjalani latihan terpisah dan melewatkan pertandingan kedua demi memulihkan kondisinya.

"latur saya mulai merasakaannya sedikit. Saya rasa adrenalin benar-benar membantu saya melewatinya. Saya hanya merasa mengalami memar yang cukup parah, atau ketegangan otot, apa pun sebutannya." ucap Christian Pulisic.

Situasi sempat terasa berat menjelang pertandingan melawan Australia karena spekulasi mengenai kesiapannya terus berkembang.

"Ada perasaan yang berat menjelang pertandingan itu," aku Christian Pulisic.

Pulisic menegaskan bahwa masa absennya diisi dengan latihan keras setiap hari demi menjaga ketajaman performanya.

“Libur dua minggu kedengarannya gila,” tutur Christian Pulisic.

Ia optimistis dapat memberikan kontribusi pada pertandingan berikutnya di bawah arahan taktis tim.

“Saya tidak benar-benar libur; saya telah berlatih setiap hari.” kata Christian Pulisic.

Pulisic merasa penampilannya di sesi latihan bersama skuad menunjukkan sinyal positif untuk laga terdekat.

“Saya merasa baik-baik saja,” tambah Christian Pulisic.

Ia juga berharap bisa mendapatkan menit bermain dalam laga kontra Turki sebagai persiapan menuju fase 32 besar.

“Saya jelas sudah bergabung dengan tim dalam beberapa hari terakhir, jadi saya merasa baik, optimis menjelang pertandingan ini, dan, semoga, saya bisa berperan besok.” kata Christian Pulisic.

Pulisic merasa masa istirahat yang dijalaninya tidak akan mengurangi sentuhan performanya di lapangan hijau.

"Saya rasa waktu istirahat itu tidak cukup lama untuk membuat saya kehilangan ketajaman," kata Christian Pulisic.

Pemain bernomor punggung 10 itu mengaku terus mengasah kemampuannya secara mandiri sebelum bergabung ke latihan reguler.

"Saya tetap menyentuh bola setiap hari, dan sebagainya. Saya berlatih keras, sudah mengikuti beberapa sesi latihan. Saya rasa saya sudah siap." ujar Christian Pulisic.

Ia juga menyatakan kenyamanannya berada di dalam skuad terlepas dari peran yang akan dimainkannya nanti.

"Saya menikmati berada di pinggir lapangan, berada di tengah-tengah tim," kata Christian Pulisic.

Pulisic menambahkan bahwa pembatasan menit bermain merupakan hal yang logis setelah absen di laga sebelumnya.

"Jelas, kemungkinannya kecil saya akan langsung bermain 90 menit setelah kembali dan absen dalam satu pertandingan, tapi kita lihat saja nanti," tutur Christian Pulisic seperti dikutip dari bola.kompas.com.

Ia mendukung langkah rotasi skuad yang kemungkinan diambil tim pelatih untuk menjaga kebugaran para pemain inti.

"Semua orang di tim ini siap untuk meningkatkan performa, jadi saya merasa itu akan menjadi hal yang normal bagi kami." ujar Christian Pulisic.

Menurutnya, kedalaman skuad Amerika Serikat saat ini merata dan mampu memikul tanggung jawab bersama.

"Saya melihat apa yang bisa dilakukan tim ini. Kami memiliki kedalaman skuad. Kami memiliki pemain-pemain yang sangat kuat di banyak posisi.

Saya tidak perlu melakukan semuanya. Ini tim yang sangat kuat. Semua orang saling mendukung.

Itulah yang membuat ini menyenangkan." kata Christian Pulisic.

Pelatih kepala Mauricio Pochettino mengonfirmasi perkembangan kebugaran sang kapten yang terus memperlihatkan kemajuan berarti.

"Pulisic siap bermain. Kemudian kita perlu memutuskan apakah mungkin untuk bermain sejak awal atau duduk di bangku cadangan dan mungkin bermain di babak kedua." kata Mauricio Pochettino.

Menghadapi Turki yang dilatih Şenol Güneş, Amerika Serikat diprediksi mengistirahatkan Chris Richards, Antonee Robinson, Tyler Adams, dan Folarin Balogun yang terancam akumulasi kartu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author