Amerika Serikat Gilas Paraguay Empat Gol Pada Laga Pembuka Piala Dunia

Share

Tim nasional Amerika Serikat mencetak sejarah baru di Piala Dunia setelah mengalahkan Paraguay dengan skor telak 4-1 pada laga perdana Grup D di Los Angeles Stadium, Sabtu (13/6) pagi WIB. Kemenangan luar biasa di hadapan publik sendiri ini mengantarkan skuad asuhan Mauricio Pochettino memuncaki klasemen sementara.

Hasil positif ini menjadi momen pertama sepanjang sejarah partisipasi Amerika Serikat di Piala Dunia di mana mereka mampu membukukan empat gol dalam satu pertandingan. Rekor gol terbanyak The Stars and Stripes dalam satu laga sebelumnya hanya mentok di angka tiga gol, seperti dilansir dari ESPN.

Pertandingan baru berjalan tujuh menit ketika tuan rumah unggul melalui gol bunuh diri Damian Bobadilla akibat tekanan dari pergerakan tajam Christian Pulisic. Folarin Balogun kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-31 dan mencetak gol keduanya di masa tambahan waktu babak pertama setelah memanfaatkan umpan Malik Tillman.

Paraguay sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1 pada menit ke-73 lewat aksi gol dari Mauricio setelah menerima umpan Julio Enciso. Namun, Giovanni Reyna memantapkan kemenangan Amerika Serikat lewat gol penutup dari dalam kotak penalti pada detik-detik akhir pertandingan, tepatnya menit ke-90+8.

Meskipun menang besar, kabar kurang sedap menimpa kapten tim Amerika Serikat, Christian Pulisic, yang terpaksa ditarik keluar menjelang babak kedua dimulai akibat mengalami benturan pada kaki kirinya.

"Aku berharap semuanya akan baik-baik saja." kata Pulisic selepas pertandingan mengenai kondisinya.

Pemain berusia 27 tahun tersebut menjelaskan bahwa pergantian dirinya di awal babak kedua murni merupakan langkah antisipasi tim medis agar cederanya tidak bertambah parah.

"Saya mendapat tendangan kecil," kata Pulisic.

Pulisic sangat berharap masalah fisik yang menimpanya ini bukan cedera serius yang dapat membuatnya absen lama dalam turnamen akbar ini.

"Jadi, saya benar-benar berharap ini tidak serius, hanya mengambil sedikit tindakan pencegahan hari ini, tapi saya berharap saya akan baik-baik saja." kata Pulisic.

Pelatih timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, membenarkan situasi tersebut dan mengungkapkan bahwa Pulisic sebenarnya sudah merasakan ketidaknyamanan sejak sesi latihan tim.

"Dia mengalami cedera dua hari sebelum hari ini dalam sesi latihan," kata Pochettino.

Arsitek taktik asal Argentina itu memilih tidak mengambil risiko besar karena otot sang pemain mulai terasa kaku di penghujung paruh pertama.

"Saya harap ini bukan masalah besar, tapi saat mengakhiri babak premier, ketika [cedera] itu mulai terasa kaku, Anda tidak bisa bermain." kata Pochettino.

Mantan manajer Chelsea tersebut berharap sang pemain sayap andalan sudah pulih total dan siap kembali merumput untuk pertandingan krusial berikutnya.

"Semoga ini bukan masalah besar… semoga dia bisa bermain di pertandingan berikutnya." kata Pochettino.

Di sisi lain, jalannya pertandingan pembuka ini juga diwarnai dengan sorotan politik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dipastikan absen menonton langsung di stadion.

"Dia tidak akan hadir di laga pembuka," ujar Giuliani kepada stasiun radio Inggris TalkSport.

CEO gugus tugas Piala Dunia tersebut meminta publik untuk memaklumi ketidakhadiran sang presiden mengingat jadwal kenegaraannya yang sangat padat akhir pekan ini.

"Seperti yang sudah kami sampaikan, jadwalnya sangat padat. Tapi saya tahu dia akan tetap terlibat sepanjang Piala Dunia ini," lanjutnya.

Giuliani juga menegaskan bahwa Trump yang dikenal dekat dengan Presiden FIFA Gianni Infantino dipastikan tetap memberikan kejutan dan kontribusi sepanjang sisa turnamen.

"Satu hal yang bisa saya katakan, setelah mengenal Presiden Trump selama 30 tahun, selalu harapkan hal tak tak terduga. Selalu harapkan kejutan darinya. Sepanjang turnamen ini, saya tidak akan kaget jika kita melihatnya semakin banyak terlibat dengan Piala Dunia," kata Giuliani.

Keputusan tersebut dikritik tajam oleh Ben Burrows dan Henry Bushnell dari media olahraga The Athletic yang menganggap absennya pemimpin negara tuan rumah sebagai hal tidak lumrah.

"Keputusan Trump untuk tidak menghadiri laga pertama sangat tidak lazim bagi kepala negara dari negara co-host sebuah turnamen," tulis The Athletic.

Media tersebut kemudian membandingkan dengan kehadiran para pemimpin negara tuan rumah pada tiga edisi Piala Dunia sebelumnya.

"Emir Qatar hadir pada 2022, Presiden Vladimir Putin dari Rusia hadir pada 2018, dan Presiden Dilma Rousseff dari Brasil hadir pada 2014," lanjutnya.

Sebagai pengganti kehadiran fisik presiden, Menteri Luar Negeri Marco Rubio diutus untuk mewakili pemerintah di tribun kehormatan stadion. Timnas Amerika Serikat dijadwalkan terbang ke Seattle untuk melakoni laga kedua Grup D melawan Australia pada Jumat pekan depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author