Dua Insiden KRL Tertemper Warga di Tebet dan Kalideres Tewaskan Dua Orang

Share

Dua insiden warga tertemper kereta rel listrik (KRL) terjadi di Tebet, Jakarta Selatan, dan Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Peristiwa pada dua rute berbeda tersebut menewaskan dua orang dan mengganggu puluhan perjalanan KRL, seperti dilansir dari Detikcom.

Insiden pertama menimpa KRL nomor 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota di perlintasan kawasan Tebet. Sementara itu, insiden kedua melibatkan KA 1914A rute Duri-Tangerang di perlintasan Semanan Tembok Bolong, Kalideres.

Petugas kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan telah mengolah lokasi kejadian di Jalan Kebon Baru RT 06 RW 06 Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, guna mengidentifikasi korban lansia yang meninggal di tempat.

"Korbanya seorang laki-laki diketahui bernama Ishak, usia 80 tahun," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi.

Korban dilaporkan sempat berjalan di pinggir rel sebelum tertemper rangkaian KRL. Benturan keras tersebut menyebabkan luka parah di bagian kepala korban.

"Atas kejadian korban meninggal dunia di lokasi dan saat ini jenazah korban dibawa ke rumah sakit," katanya.

Sebelum kecelakaan terjadi, seorang saksi warga bernama Een (57) melihat korban sempat duduk santai bersama petugas perlintasan.

"Sekitar 06.15 WIB itu kita masih nganter kopi itu ke pos yang jaga. Dia (korban) lagi duduk di situ, emang biasanya nongkrong (di pos) nggak pagi, gak sore. Namanya ngademnya, orang sini banyak juga," ujar Een saat ditemui di lokasi.

Kepanikan warga pecah saat palang pintu diturunkan dan terdengar benturan dari arah perlintasan kereta.

"Sekitar 06.30 WIB yang jaga pada lihatnya ke arah kereta (dari Cawang), nutup palang tiba-tiba kedengeran suara 'bruk'. Ngiranya apa gitu, batu atau apa," ucapnya.

Tubuh korban ditemukan terpental hingga sejauh 10 meter setelah rangkaian kereta berhenti penuh.

"Eh tiba-tiba yang jaga teriak 'eh Bang Saak ke mana?', nggak ada yang ngeuh. Pas kereta berhenti aja baru ketahuan. Ternyata ketabrak," imbuh dia.

Saksi warga lainnya, Bang Jek, mengindikasikan bahwa pandangan penjaga perlintasan saat kejadian sedang terfokus pada posisi kedatangan KRL.

"Dia (korban) lagi duduk aja di pos. Ada beberapa orang di sini, cuma posisinya kita lihatnya ka ke arah kereta. Tiba-tiba dia ilang, eh ketabrak ternyata," kata Bang Jek.

Di lokasi berbeda, kecelakaan di Kalideres melibat sepeda motor yang dikendarai oleh seorang pelajar berinisial DK (18) hingga meninggal dunia di tempat.

"(Korban) Pelajar," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto.

Insiden terjadi saat sepeda motor melaju dari utara ke selatan dekat perlintasan kereta Semanan Tembok Bolong.

"Setibanya di dekat perlintasan kereta api Semanan Tembok Bolong wilayah Kalideres Jakarta Barat," kata Joko.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa korban tewas sedang mengendarai sepeda motor sambil membonceng ayahnya.

"Infonya ayah dan anak. Korban yang bonceng," kata Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang.

Manajemen KAI Commuter Indonesia (KCI) memohon maaf atas gangguan jadwal perjalanan KRL akibat evakuasi sarana dan pengerjaan jalur tunggal sementara.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan perjalanannya. Siang ini operasional layanan Commuter Line pada lintas tersebut sudah kembali normal," kata Direktur KAI Commuter Purnomo Sidi.

Dampak perjalanan secara rinci disampaikan oleh pihak manajemen KCI pasca-kejadian.

"Sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan hingga 1 jam lebih dan 2 perjalanan Commuter Line Bogor dibatalkan. Sedangkan untuk perjalanan Commuter Line Tangerang sebanyak 8 perjalanan mengalami keterlambatan hingga 48 menit," jelas Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author