Amerika Serikat Mencabut Blokade Pelabuhan dan Pesisir Iran

Share

Angkatan Laut Amerika Serikat mencabut blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran menyusul penandatanganan nota kesepahaman perdamaian antara kedua negara pada Rabu (17/6). Langkah ini dilakukan atas perintah langsung dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, seperti dilansir dari Detik Finance.

Melalui kesepakatan damai tersebut, Iran diwajibkan memberikan izin bagi kapal komersial untuk melewati Selat Hormuz gratis tanpa biaya bea selama 60 hari. Pembebasan jalur ini diharapkan mampu memulihkan kembali arus perdagangan maritim regional.

Pihak militer Amerika Serikat menyatakan bahwa jalur laut menuju wilayah Iran kini telah terbuka bagi aktivitas pelayaran internasional.

"Pasukan Amerika tidak menghalangi transit kapal ke atau dari pelabuhan Iran," kata Komando Pusat AS.

Situasi keamanan di jalur perdagangan vital tersebut juga dikonfirmasi oleh perwakilan pemerintah Amerika Serikat yang menyebutkan tidak ada tindakan agresif dari pihak Iran.

"Sejauh ini mereka menghormati komitmen mereka," kata Vance, Wakil Presiden AS, JD Vance.

Lebih lanjut, Vance menginformasikan bahwa semalam terdapat lebih dari 12 juta barel minyak yang telah melintasi Selat Hormuz. Berdasarkan data dari Kpler, volume tersebut termasuk muatan dari tiga kapal tanker milik Arab Saudi yang mengangkut sekitar 6 juta barel minyak.

Sebelum pecahnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, Selat Hormuz dilewati sekitar 14 juta barel minyak per hari serta 6 juta barel produk olahan per hari. Penutupan selat dan serangan terhadap kapal-kapal oleh Teheran selama perang sempat memicu gangguan pasokan minyak terbesar sepanjang sejarah.

Analisis dari Kpler menunjukkan pengiriman minyak berpotensi pulih hingga hampir 50 persen dari tingkat sebelum perang dalam waktu 30 hari jika kesepakatan diterapkan penuh. Kendati demikian, lini masa pemulihan total ekspor minyak melalui jalur tersebut masih belum dapat dipastikan.

"Semuanya akan berjalan lebih bertahap. Awalnya, tentu saja, kapal-kapal yang terjebak akan keluar, tetapi tidak akan kembali ke tingkat sebelum konflik dalam semalam," kata Founder Energy Aspects, Amrita Sen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author