Alva Catat Lonjakan Penjualan Motor Listrik Tanpa Subsidi Pemerintah

Share

Produsen motor listrik lokal Alva membukukan lonjakan penjualan yang signifikan dari tahun ke tahun meskipun tanpa memanfaatkan insentif atau subsidi dari pemerintah di Jakarta Selatan pada Selasa (23/6/2026).

Pertumbuhan pasar ini dipicu oleh meningkatnya permintaan konsumen dan perluasan infrastruktur pengisian daya secara masif, seperti dilansir dari Detik Oto.

"Jadi antara 2024 ke 2025 kita tumbuh 52 persen. Angka 3.000 ke 4.500 unit. Demand-nya terjadi, bahkan 2025 bisa menjual lebih banyak tanpa adanya insentif," jelas Chief Marketing Officer Alva, Putu Swaditya Yudha.

Faktor pendorong perubahan pola pikir masyarakat ini tidak lepas dari testimoni positif para pengguna awal di tengah melambungnya harga BBM non-subsidi sepanjang tahun 2026.

"Kita bacanya konsumen yang sudah beli akhirnya merasakan manfaatnya, yang akhirnya mereka memberitahukan kepada orang-orang di sekitar mereka. Ada pilihan lain kalau misalnya mau mencari kendaraan utama untuk sehari-hari," tutur Adit.

Kehadiran model ALVA N3 yang dibanderol dengan harga lebih terjangkau menjadi stimulus terbesar di balik pencapaian penjualan 4.500 unit tersebut. Perusahaan juga menerapkan strategi penawaran opsi sewa baterai sejak akhir pertengahan tahun lalu untuk menekan biaya beli konsumen.

"N3 itu kan baru dikirim bulan April 2025. Kemudian kita juga mulai menawarkan opsi sewa baterai itu di bulan Juni akhir 2025. Jadi memang ini hal-hal yang berkontribusi terhadap pertemuan demand untuk Alva sendiri," papar Adit.

Selain menyasar sektor ritel, Alva memperluas penetrasi pasar komersial melalui kemitraan strategis dengan penyedia layanan ride-hailing raksasa di Indonesia guna memasok armada bagi para mitra pengemudi.

"Kita punya kerjasama strategic sama Grab," pungkas Adit.

Ekosistem jaringan pengisian daya Alva turut mengalami ekspansi agresif dengan penambahan satu konektor baru setiap hari selama tahun 2026, sehingga jumlahnya melonjak dari 180 konektor di 150 lokasi pada akhir 2025 menjadi 355 konektor di 170 lokasi hingga Juni 2026.

Infrastruktur pengisian daya roda dua ini kini telah menghubungkan koridor utama Jawa-Bali, meliputi rute Jakarta-Bandung via Puncak, jalur lingkar Jawa Tengah, hingga wilayah Surabaya-Gresik-Malang. Kesiapan ekosistem dan kuatnya penetrasi pasar membuat tren positif ini diproyeksikan terus berlanjut.

"2026 ini mungkin bocorannya adalah demand-nya naik, mungkin akan lebih dibandingkan tahun 2025 gitu ya," tambah Adit.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Alva Motor Listrik Otomotif
Editors Team
gilang-permana-putra
Author