Alva Bidik Penjualan Motor Listrik Tumbuh Double Pada 2026
Produsen motor listrik Alva menargetkan lonjakan penjualan hingga dua kali lipat pada 2026 setelah mencatatkan tren pertumbuhan positif pada tahun sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Detik Oto di ICE BSD, Tangerang.
Berdasarkan data RUPS PT Indika Energy Tbk, angka penjualan Alva mengalami kenaikan sebesar 52,9 persen secara tahunan. Volume penjualan meningkat dari 2.948 unit pada 2024 menjadi 4.508 unit pada 2025.
"Yang kita spill selama ini pertumbuhan di tahun lalu, kita bertumbuh sekitaran 50 persen. Itu historical, itu fakta, tahun ini kita berharap pertumbuhannya lebih dari 50 persen, kita berharap mungkin double," kata Chief Executive Officer Alva Purbaja Pantja.
Selain peningkatan volume total, tren konsumsi juga mengalami perubahan. Lini segmen N3 yang menjadi varian paling terjangkau dilaporkan mulai menggeser dominasi seri Cervo di pasar.
"Pergerakannya N3 bergerak di atas Cervo, karena harganya dan lain-lain. Jadi memang itu sudah nyalip," kata Purba.
Dari sisi operasional, penggunaan unit Alva tercatat mencapai total jarak tempuh 78 juta kilometer hingga akhir Juni 2026, melonjak signifikan dari posisi 22 juta kilometer pada Januari 2025.
Dukungan infrastruktur juga terus diperluas melalui jaringan Boost Charge yang sudah menyalurkan energi listrik lebih dari 444 ribu kWh kepada konsumen. Fasilitas isi ulang daya ini bertambah dari 150 konektor pada akhir 2025 menjadi lebih dari 490 konektor per Juni 2026.
Manajemen Alva menilai fluktuasi harga bahan bakar fosil dan tren kenaikan komoditas global menjadi faktor pendorong utama masyarakat untuk berpindah ke kendaraan listrik.
"Kita tahu mengenai harga minyak yang sekarang sedang bergejolak. Jadi dengan itu harga komoditas sepertinya juga lagi trending up," kata Purba.
Faktor kenaikan bahan baku industri otomotif turunan minyak bumi turut memengaruhi biaya operasional kendaraan konvensional secara keseluruhan.
"Itu sudah punya impact buat beberapa harga komoditas minyak, termasuk juga oli, parts juga. Jadi sepertinya hal-hal tersebut mempunyai dampak (ke penjualan motor listrik)," tambahnya lagi.