Allo Bank Bagikan Dividen Tunai Rp 286 Miliar

Share

PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) memutuskan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 286,97 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Auditorium Menara Bank Mega pada Kamis (25/6/2026).

Alokasi tersebut mengambil porsi 50 persen dari total laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp 574,26 miliar, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Sisa keuntungan senilai Rp 287,28 miliar akan dialokasikan sebagai laba ditahan demi memperkuat modal serta ekspansi bisnis, dan sebagian kecil disisihkan untuk dana cadangan.

Plt. Direktur Utama Allo Bank, Ari Yanuanto Asah menyatakan bahwa keputusan ini memberikan keuntungan bagi para pemegang saham seiring dengan kinerja perusahaan yang positif.

"Dalam RUPS Tahunan 2026, pemegang saham menyetujui pembagian dividen untuk kedua kalinya dalam sejarah Bank atas pencapaian kinerja yang solid pada tahun 2025 dalam rangka memberikan nilai tambah kepada seluruh stakeholder Bank," kata Ari dalam RUPST Allo Bank di Auditorium Menara Bank Mega, Kamis, (25/6/2026).

Pihak manajemen juga menegaskan bahwa keputusan strategis ini menjadi landasan kuat bagi pertumbuhan bank ke depan.

"Hal ini mencerminkan kekuatan dari bisnis model kami dan bahwa Allo Bank telah berada pada jalan yang tepat untuk terus tumbuh secara kompetitif dan berkelanjutan," sambung Ari.

Selain ketetapan dividen, rapat tersebut mengesahkan enam agenda lain termasuk persetujuan Laporan Tahunan 2025, pelunasan tanggung jawab direksi dan komisaris, serta informasi Rencana Kerja dan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan 2026. Pemegang saham juga memberikan kuasa penunjukan Kantor Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris, menetapkan honorarium pengurus, mengubah anggaran dasar sesuai KBLI 2025, serta menyetujui pengkinian rencana aksi pemulihan.

Pertumbuhan laba bersih Allo Bank yang naik 23 persen secara tahunan didorong oleh lompatan pendapatan operasional sebesar 37 persen menjadi Rp 1,983 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 29 persen menjadi Rp 1,441 triliun dan lonjakan pendapatan berbasis biaya sebesar 65 persen hingga mencapai Rp 543 miliar.

Peningkatan operasional ini turut mendongkrak Net Interest Margin (NIM) menjadi 10,1 persen, Return on Asset (ROA) ke posisi 4,9 persen, dan Return on Equity (ROE) ke angka 7,9 persen.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: allo bank dividen laba bersih
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author