Allianz Global Investors Akuisisi UOB Asset Management Perkuat Asia Tenggara

Share

Allianz Global Investors (AllianzGI) menandatangani perjanjian akuisisi terhadap UOB Asset Management (UOBAM) pada 7 Agustus 2026, sebagai langkah memperkuat bisnisnya di kawasan Asia Pasifik khususnya Asia Tenggara.

Transaksi ini bernilai sekitar SGD 555 juta atau setara EUR 376 juta dan akan meningkatkan total aset kelolaan AllianzGI di Asia Pasifik menjadi lebih dari EUR 170 miliar, sekaligus melipatgandakan aset kelolaan di Singapura.

Langkah ini memperluas akses AllianzGI ke pasar dengan pertumbuhan tinggi seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam, serta memperkuat bisnis di basis operasional seperti Singapura, Taiwan, dan Indonesia, menurut laporan keuangan dan pernyataan resmi dari kedua perusahaan.

CEO Allianz Global Investors, Tobias Pross, menyampaikan bahwa penggabungan keahlian investasi UOBAM akan memperkuat penawaran produk dan mempercepat pertumbuhan di kawasan yang dinamis ini.

"UOBAM merupakan salah satu manajer aset terkemuka di Asia Tenggara dengan kapabilitas investasi yang sangat baik serta jaringan distribusi yang kuat. Mengintegrasi keahlian investasi UOBAM di Asia Tenggara yang saling melengkapi ke dalam platform global kami akan memperkuat penawaran kami sekaligus mempercepat pertumbuhan kami di kawasan yang dinamis ini," ujar Tobias Pross.

"Komitmen jangka panjang kami untuk memperluas jangkauan penawaran investasi di Asia Tenggara semakin diperkuat melalui transaksi ini, yang memberikan konektivitas pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang baru untuk menjangkau basis klien yang lebih besar," tambahnya.

Deputy Chairman dan CEO UOB, Wee Ee Cheong, menjelaskan kemitraan ini memperkuat fokus bank pada layanan wealth advisory dan distribusi produk investasi yang semakin beragam dan kompleks.

"UOB melayani lebih dari delapan juta nasabah di ASEAN, yang kebutuhan pengelolaan kekayaan dan investasinya semakin beragam dan kompleks. Kemitraan ini semakin memperkuat fokus kami pada layanan wealth advisory dan distribusi," kata Wee Ee Cheong.

Dia menambahkan bahwa penggabungan keahlian advisory UOB dengan kapabilitas investasi AllianzGI menempatkan perusahaan pada posisi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

"Selama masa transisi, menjaga kesinambungan bagi nasabah dan karyawan menjadi prioritas kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada tim manajemen dan seluruh karyawan UOBAM atas dedikasi dan kontribusinya selama lebih dari empat dekade dalam membangun perusahaan manajemen aset regional yang tepercaya," ujarnya.

Transaksi ini juga termasuk perjanjian distribusi jangka panjang yang memberikan akses jangka panjang AllianzGI ke jaringan nasabah ritel UOB di seluruh ASEAN.

UOBAM mencatatkan total aset kelolaan sekitar SGD 42 miliar per akhir 31 Desember 2025, dan proses akuisisi ini masih menunggu persetujuan regulator di berbagai yurisdiksi dengan target rampung pada tahun 2027.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author