Federasi Sepak Bola Aljazair Laporkan Wasit Laga Kontra Argentina ke FIFA

Share

Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) resmi mengajukan pengaduan formal kepada komisi wasit FIFA terkait kepemimpinan pengadil lapangan dalam kekalahan 0-3 tim nasional mereka dari Argentina pada pertandingan pembuka Grup J Piala Dunia di Kansas City.

Protes keras Aljazair berfokus pada tindakan wasit asal Polandia, Szymon Marciniak, yang tidak memberikan kartu kepada Lionel Messi setelah penyerang Argentina itu menginjak betis dan tendon achilles kapten Aljazair, Aissa Mandi, pada menit ke-30.

Selain insiden Messi yang kemudian mencetak hat-trick, Aljazair juga memprotes dugaan sikutan dari gelandang Argentina, Alexis Mac Allister, ke wajah Ibrahim Maza serta benturan serupa terhadap Hadj Moussa yang luput dari sanksi kartu.

Keputusan kontroversial tersebut memicu reaksi keras di media sosial dan mendapat sorotan dari pengamat serta pelatih tim lain karena video asisten wasit (VAR) yang dipimpin Tomasz Kwiatkowski tidak merekomendasikan peninjauan ulang di layar tepi lapangan.

"It’s pointless commenting on hypothetical situations, but everyone saw it, including me," kata Vladimir Petkovic, Pelatih Kepala Aljazair dalam konferensi pers setelah pertandingan sebagaimana dilansir dari The Athletic.

Kritik tajam juga datang dari komentator domestik Aljazair yang mengaitkan keputusan wasit dengan sentimen politik eksternal terhadap negara Afrika Utara tersebut.

"Messi is protected," ujar Mustafa Mazzouzi, Analis Olahraga Aljazair dalam siaran televisi domestik yang dikutip oleh JPost.

"Messi is protected by the Jewish lobby. This lobby controls the world, they run it however they want as if they were the mafia. [FIFA President] Infantino doesn't want us to do well." tambah Mustafa Mazzouzi.

Mazzouzi menilai posisi politik Aljazair terkait isu Sahara Barat dan Palestina menjadi alasan pihak luar tidak menginginkan kesuksesan timnas mereka di turnamen ini.

"We are a country with dignity, we are a country named Algeria. We have political stances regarding Western Sahara and the Palestinian issue, and therefore they don't want us to do well. If we had the ability to win the World Cup, they would prevent it from us," tegas Mustafa Mazzouzi.

Di sisi lain, ketidakpuasan terhadap standar sanksi wasit ini juga digaungkan oleh juru taktik tim nasional Afrika Selatan setelah pemainnya menerima hukuman berat di laga berbeda.

"When I see what happened with Messi, I don't agree, certainly not, with what happened to my player. When you see the situation, the Mexican player blocked my player, and Themba tried to get over him, and he put his arm over his shoulder. That's all he does," cetus Hugo Broos, Pelatih Afrika Selatan saat menanggapi perpanjangan sanksi larangan bertanding strikernya, Themba Zwane.

Broos mempertanyakan konsistensi penegakan aturan karena menilai pelanggaran yang dilakukan pemainnya jauh lebih ringan daripada benturan yang melibatkan Messi.

"And you get a red card for that and then a three-game suspension? Sorry, but this is much, much, much too severe. I don't want that Messi gets a red card, because a player of that quality has to be on the pitch as you saw (against Algeria), but what was the difference between that and Zwane?" tanya Hugo Broos.

Akibat hasil pertandingan ini, Argentina dijadwalkan menghadapi Austria di Dallas pada Senin, sementara Aljazair harus bertanding melawan Yordania di San Francisco untuk menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author