Alexandra Eala Tumbangkan Iga Swiatek di Wimbledon 2026
Petenis tunggal putri Filipina Alexandra Eala mencetak sejarah baru setelah menumbangkan juara bertahan sekaligus unggulan ketiga, Iga Swiatek, pada babak ketiga turnamen Wimbledon di Centre Court, London, Sabtu, 4 Juli 2026.
Kemenangan bersejarah dengan skor 7-6(9) dan 6-2 ini membawa atlet berusia 21 tahun tersebut menjadi petenis Filipina pertama yang berhasil menembus pekan kedua atau babak 16 besar dalam turnamen Grand Slam Era Terbuka.
Keberhasilan Eala yang menempati peringkat 32 dunia ini langsung memicu gelora sukacita di negaranya, Filipina, yang selama ini lebih didominasi oleh popularitas olahraga tinju dan bola basket.
"I think it's going to be tough for me. I'm going to try to make it tough for her, as well," kata Alexandra Eala, Petenis Filipina, sebelum pertandingan dimulai dilansir dari BBC.
Petenis unggulan ke-29 yang sebelumnya mengalahkan Maya Joint dari Australia ini mengaku sangat emosional setelah memastikan kemenangannya atas Swiatek.
"I'm expecting a great challenge. But I think I'm ready for it," ujar Alexandra Eala.
Kerja keras yang dilakukannya bersama tim selama ini dinilai telah membuahkan hasil yang sangat berarti di panggung terbesar dunia.
"For me to be able to represent the Philippines in Wimbledon, I guess, and in the biggest stages in the world, it means so much to me," ucap Alexandra Eala.
Eala yang mengenakan pengikat rambut berornamen bunga sampaguita khas Filipina ini menegaskan betapa penting asal-usulnya dalam membentuk identitas diri.
"I have been working extremely hard. My team has been working extremely hard. I really feel that it's paying off. This win means a lot," tutur Alexandra Eala.
Dukungan emosional dari para penonton di stadion juga membuatnya meneteskan air mata saat mengingat masa kecil ketika berlatih tenis.
"It's a huge reason as to who I am. I think where I come from is a big part of who I am and a big part of who I want to become in the future," kata Alexandra Eala.
Eala sempat merasa tidak bisa menggambarkan perasaannya karena berhasil melangkah sejauh ini di turnamen Grand Slam.
"It's an amazing thing for me to be able to do that for my country, but I guess it's also very emotional every time I'm able to pass a new step or break new ground, just because it's also personal goals and personal achievements." tutur Alexandra Eala.
Apresiasi setinggi langit diberikan Eala kepada Swiatek yang dinilainya sebagai pemain fenomenal sekaligus pribadi yang sangat baik.
"Maraming, maraming salamat." ucap Alexandra Eala dalam wawancara di lapangan.
Eala menyadari bahwa pencapaiannya mungkin terlihat biasa saja bagi para legenda tenis dunia yang sudah mengoleksi banyak gelar.
"I don't know how to describe it. I'm in the second week of a Grand Slam. It's incredible for me.
Iga is a phenomenal player and a really kind person. I'm so grateful to have shared Centre Court with her at Wimbledon." kata Alexandra Eala dikutip dari Tennis Temple.
Bagi anak kecil yang tumbuh di Filipina dan berlatih setiap hari selepas sekolah, momen ini adalah segalanya.
"I'm very emotional. For someone like Iga who has won so many Grand Slams, or for legends like Serena or Venus, this achievement might seem small… but for someone who grew up in the Philippines…" ujar Alexandra Eala sambil meneteskan air mata.
Eala mengenang masa lalunya saat berlatih bersama saudara laki-laki dan kakeknya dengan pakaian tenis sederhana.
"I used to go practice with my brother and my grandpa every day after school, with my frilly socks, my sneakers, and my baby cheeks. For that little girl, this moment means everything." tutur Alexandra Eala.
Berdasarkan statistik pertandingan dari wtatennis.com, Eala mencatatkan 24 pukulan pemenang (winners) sepanjang laga berdurasi 84 menit tersebut.
Pada babak keempat berikutnya, Alexandra Eala dijadwalkan akan menghadapi unggulan ke-13 asal Italia, Jasmine Paolini, yang lolos setelah mengalahkan Maria Sakkari.