Aksi Jual Strategy Inc Guncang Pasar Bitcoin

Share

Aksi jual aset kripto Bitcoin berlanjut hingga Rabu (3/6/2026) usai penjualan sebagian kecil cadangan milik Strategy Inc mengguncang sentimen pasar, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Mata uang kripto terbesar tersebut mengalami penurunan nilai sebesar 3,1 persen hingga menyentuh angka US$65.391 di Singapura. Koreksi ini memperdalam kerugian pasar yang telah melenyapkan sekitar US$160 miliar nilai kapitalisasi sepanjang minggu ini.

Tren negatif bermula ketika Strategy Inc melepas Bitcoin senilai US$2,5 juta dari total kepemilikan mereka yang mencapai lebih dari US$60 miliar. Penjualan tersebut mencakup 32 token BTC dari keseluruhan cadangan perusahaan yang berjumlah 843.706 koin.

Kepala manajemen portofolio internasional di Wave Digital Assets, Rajiv Sawhney menilai langkah tersebut merusak keyakinan pasar terhadap prinsip pantang menjual yang selama ini dipegang Michael Saylor.

"Strategy menjual 32 BTC senilai US$2,5 juta secara finansial hanyalah hal sepele, sebuah kesalahan pembulatan dibandingkan dengan posisi US$62 miliar mereka," kata Rajiv Sawhney.

Rajiv Sawhney menambahkan bahwa sinyal yang dikirimkan oleh tindakan ini kepada pasar jauh lebih penting, terutama melihat kinerja Bitcoin yang kurang memuaskan dalam beberapa pekan terakhir.

"Apa yang ditandakan hal ini kepada pasar, mengingat kinerja Bitcoin yang kurang memuaskan dalam beberapa pekan terakhir, jauh lebih penting." kata Rajiv Sawhney.

Kondisi pasar saat ini juga menunjukkan perbedaan besar dengan bursa saham konvensional, di mana Indeks Nasdaq 100 justru mencetak rekor tertinggi. Hubungan Bitcoin sebagai proksi teknologi dinilai melemah sejak kejatuhan pasar pada Oktober tahun lalu.

Pergeseran arus modal kini lebih mengarah pada sektor kecerdasan buatan (AI) yang terus menarik minat investor besar. Dalam 12 bulan terakhir, Indeks Nasdaq 100 melonjak 41,5 persen, sementara Bitcoin anjlok 37 persen.

Mitra di FXHB Asset Management, Carney Mak mengonfirmasi adanya pengalihan sebagian modal dari aset digital menuju saham-saham berbasis AI.

"AI saat ini menawarkan profil risiko-imbalan yang lebih menarik dibandingkan aset digital, yang telah mendorong beberapa investor untuk menyeimbangkan kembali sebagian portofolio mereka." ujar Carney Mak.

Carney Mak menjelaskan bahwa aset kripto saat ini minim katalisator jangka pendek dan kinerjanya sangat bergantung pada likuiditas global serta kondisi makroekonomi.

Penundaan beberapa rencana penawaran umum perdana (IPO) terkait kripto turut memperlambat momentum, sementara perusahaan AI terus menarik permintaan pasar. K Wave Media bahkan membatalkan rencana investasi US$500 juta ke Bitcoin demi dialihkan ke infrastruktur pusat data AI, sedangkan penambang kripto Bitdeer melikuidasi seluruh simpanan Bitcoin mereka untuk ekspansi ke bisnis komputasi berkinerja tinggi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author