Aksi Jual Saham Kapitalisasi Besar Bebani IHSG hingga Melemah Tajam

Share

Aksi jual massal oleh para pelaku pasar melanda bursa saham dalam negeri hingga menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok sebesar 4,22 persen ke level 5.933 pada hari Rabu (3/6/2026) pukul 11.16 WIB.

Berdasarkan data Top Loser dari Stockbit yang dilansir oleh CNBC Indonesia, indeks saham domestik telah kehilangan sekitar 262 poin karena tekanan jual yang merata pada berbagai sektor saham.

Penurunan tajam terpantau dipimpin oleh saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang merosot sebesar 15 persen menuju level Rp68 per lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp8,26 miliar.

Sektor konglomerasi juga mencatatkan pelemahan signifikan melalui saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang anjlok 14,96 persen ke posisi Rp108 per saham dengan volume transaksi sebesar Rp107,01 miar.

Emiten tambang tembaga dan emas, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), turut melemah 14,91 persen ke tingkat Rp3.310 per lembar saham setelah mencatatkan nilai transaksi yang besar senilai Rp808,96 miliar.

Koreksi pada saham AMMN terjadi setelah emiten ini keluar dari daftar konstituen MSCI dalam proses rebalancing pada Mei 2026 yang lalu bersama dengan lima emiten lainnya.

Penurunan nilai saham AMMN yang masuk dalam kategori berkapitalisasi besar tersebut akhirnya memberikan beban tambahan yang signifikan terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.

Kondisi pasar yang memburuk membuat para pelaku pasar modal cenderung memilih untuk mengamankan dana dan keluar dari aset-aset yang dinilai memiliki risiko tinggi.

Tekanan koreksi beruntun ini tidak lagi hanya mendominasi saham-saham di lapis dua serta tiga, melainkan telah meluas hingga menggerus saham-saham berkapitalisasi besar di bursa efek.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: ihsg pasar modal saham
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author