Ajax Amsterdam Hadapi Kritik Suporter dan Absensi Pemain di Play-Off

Share

Pelatih interim Ajax Amsterdam Óscar García memberikan penjelasan mengenai absennya sejumlah pilar utama saat timnya bertanding melawan FC Groningen pada laga semifinal play-off kualifikasi kompetisi Eropa di Stadion Kras, Volendam, Kamis malam, 21 Mei 2026.

Klub raksasa Belanda tersebut tidak diperkuat oleh Ko Itakura, Takehiro Tomiyasu, dan Josip Sutalo yang memicu rumor bahwa para pemain tersebut sengaja menyimpan tenaga demi fokus menghadapi Piala Dunia.

Sebelum pertandingan dimulai, stasiun televisi ESPN langsung menanyakan kebenaran rumor mengenai situasi Josip Sutalo tersebut kepada sang pelatih kepala.

"I want to focus only on the players who can help us today," kata Óscar García, Pelatih Interim Ajax Amsterdam.

Otoritas klub terpaksa memindahkan laga kandang ini karena Stadion Johan Cruijff Arena sedang digunakan untuk konser musik penyanyi Inggris, Harry Styles.

"I want to thank Volendam for their hospitality," ujar Óscar García, Pelatih Interim Ajax Amsterdam.

García juga menambahkan bahwa dirinya melihat banyak pendukung yang mengenakan jersi Ajax dan meyakini atmosfer pertandingan akan tetap terasa seperti di kandang sendiri meskipun kapasitas stadion lebih kecil.

"We will do our best to make the people happy. It will be like home, but smaller. I think most fans support us. It is what it is," tutur Óscar García, Pelatih Interim Ajax Amsterdam.

Mengenai metode motivasi yang diberikan kepada skuad De Godenzonen untuk melakoni fase play-off kualifikasi ini, García menegaskan pentingnya komitmen penuh dari seluruh pemain di lapangan.

"This kind of match you have to play with your heart. We have to play with eleven warriors and in the second half there will be five more warriors. The players have the privilege to play for Ajax. Not everyone can say that. It's a privilege to play for Ajax, so they must be motivated to reach European football," kata Óscar García, Pelatih Interim Ajax Amsterdam.

Absennya sejumlah bek utama membuat lini belakang Ajax diisi oleh pemain muda bentukan Jong Ajax, Aaron Bouwman.

"He trained well and I know him mainly from Jong Ajax. He is a boy with an unprecedented mentality and he is one of the players who shapes the future of Ajax," ucap Óscar García, Pelatih Interim Ajax Amsterdam.

Di sisi lain, kemenangan Ajax pada babak pertama diwarnai oleh gelombang kritik keras dari para suporter yang diarahkan kepada penyerang Wout Weghorst karena kegagalannya memanfaatkan sejumlah peluang emas.

Kritik tajam terhadap produktivitas dan performa sang penyerang di atas lapangan juga disampaikan oleh analis sepak bola Marciano Vink dalam siaran langsung ESPN.

"A few times he had a good feedback in the counterattack and moved well, but moments like this… you are the striker and that is your job. In the penalty area you have to act quickly and chances like this must be exploited," kata Marciano Vink, Analis ESPN.

Vink kemudian menguraikan catatan statistik gol Weghorst yang dinilai minim sepanjang musim ini akibat keraguan dalam penyelesaian akhir di dalam kotak penalti lawan.

"He has only scored eight goals and this is why. Sometimes he takes too long with the ball and this is where he lacks cleverness. You know that Vaessen comes out quickly and narrows the goal. Then you have to lift the ball over him or finish it with the inside of your foot at half height," ujar Marciano Vink, Analis ESPN.

Kritik tidak berhenti di situ karena para pendukung Ajax meluapkan kemarahan mereka secara daring melalui platform Ajax Showtime dengan menyebut performa Weghorst sebagai sebuah sabotase.

"Weghorst is a real saboteur," tulis salah satu pendukung Ajax Amsterdam.

Sebagian suporter bahkan secara tegas mendesak manajemen klub agar segera melepas penyerang tim nasional Belanda tersebut pada bursa transfer mendatang.

"Please leave Weghorst in the dressing room and hopefully he will leave Amsterdam soon, what a drama that man," tulis pendukung Ajax Amsterdam lainnya.

Rasa frustrasi yang mendalam membuat para suporter menilai tindakan Weghorst di lini depan sudah tidak dapat ditoleransi lagi.

"Wout must be substituted immediately. Because this is really unacceptable!!," tulis seorang pendukung Ajax Amsterdam.

Pendukung lain menilai kualitas permainan sang striker berada di bawah standar yang semestinya untuk klub sebesar Ajax.

"Forget it, just stop Weghorst. Seriously, he is so bad, not normal," kata salah satu pendukung Ajax Amsterdam.

Kekecewaan kolektif tersebut memunculkan beragam reaksi keras hingga sang pemain mendapatkan julukan baru dari para suporter.

"Weghorst is a real embarrassment," kata seorang pendukung Ajax Amsterdam.

Julukan baru tersebut merujuk pada ketidakmampuan Weghorst dalam mengonversi peluang matang menjadi gol sepanjang jalanya pertandingan.

"And yes, Wout Wegkans again," tulis pendukung Ajax Amsterdam.

Para pendukung kemudian mulai membandingkan performa lini depan saat ini dengan mantan penyerang Ajax, Kasper Dolberg.

"With Kasper Dolberg you would already be 3-0 up," kata seorang penggemar Ajax Amsterdam.

Kehadiran sosok Dolberg dinilai para pendukung akan memberikan hasil yang jauh lebih efektif dalam pertandingan krusial seperti ini.

"This is exactly another match for Dolberg," kata pendukung Ajax Amsterdam lainnya.

Situasi tersebut membuat suporter mendesak tim pelatih untuk segera melakukan pergantian pemain demi mengamankan kemenangan.

"Put Dolberg in, and play with eleven men," kata Dirk, pendukung Ajax Amsterdam.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author