Ai Ogura Juarai MotoGP Belanda 2026 Melalui Gaya Balap Unik
Pebalap Trackhouse Aprilia Ai Ogura berhasil meraih kemenangan perdana kelas premier pada MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Sabtu (27/6), setelah memanfaatkan teknik berkendara unik demi mengungguli para rivalnya.
Kemenangan di Assen tersebut melengkapi catatan impresif Ogura sepanjang musim ini dengan torehan tiga kali finis di posisi kedua, seperti dilansir dari Detik Oto. Rider berusia 25 tahun tersebut kini menempati peringkat keempat klasemen sementara dan hanya terpaut 25 poin dari Jorge Martin selaku pemimpin kejuaraan.
Performa Ogura mengalami lonjakan signifikan setelah ia sukses menembus barisan depan dalam sesi kualifikasi di Brno dan Assen. Sebelumnya, pebalap asal Jepang ini selalu kesulitan di awal musim dan hanya mampu memulai balapan dari posisi ke-11 dalam delapan seri pembuka.
Saat balapan di Assen, Ogura sempat merosot ke posisi keempat pada lap-lap awal sebelum akhirnya membangun kecepatan untuk mengejar grup terdepan. Memasuki lap ke-18 dari total 26 pangkuan, ia menyalip Jorge Martin serta Raul Fernandez, lalu mengambil alih posisi terdepan hingga finis dengan keunggulan sekitar dua detik meski sempat mengalami kendala perangkat pengatur ketinggian motor.
Gaya balap tidak biasa yang diperlihatkan Ogura langsung menjadi pusat perhatian para pebalap lain setelah balapan usai. Rekan setimnya di Trackhouse Aprilia memberikan penilaian mengenai perbedaan teknik berkendara yang digunakan oleh Ogura.
"Melihat Ai mengendarai motor itu cukup aneh, karena gaya yang dia gunakan di atas motor berbeda dari kita semua. Mungkin karena itulah dia cukup kuat di bagian akhir balapan. Dalam data yang kami lihat, performanya semakin membaik," ungkap Fernandez.
Kondisi ban yang menurun di fase akhir balapan justru mampu diantisipasi dengan baik oleh Ogura melalui teknik berkendara tersebut. Jorge Martin yang menguntit di belakangnya juga memberikan kesaksian serupa mengenai posisi tubuh Ogura saat melintasi tikungan.
"Tapi yang pasti, saat mengikuti Ai, itu aneh karena sepertinya dia mengalami crash di tiap tikungan. Karena (bagian atas tubuhnya) benar-benar rebah, tapi motornya lurus (tegak)," bilang Martin.
Posisi tubuh yang sangat rebah namun menjaga motor tetap tegak tersebut awalnya diprediksi akan membuat Ogura kehilangan kendali. Namun, teknik itu terbukti efektif membuat motor melaju cepat di tikungan sekaligus menjaga daya tahan ban hingga lap terakhir.
"Saya merasa kesulitan buat mengikutinya karena saya merasa dia akan mengalami kecelakaan, tetapi kemudian dia berbalik dan melaju. Jadi mungkin itu sebabnya dia cepat di beberapa lap terakhir," tambah Martin.