AFC dan Penasihat Senior FIFA Tolak Rencana Penjualan Hak Komersial

Share

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menentang rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual sebagian kepemilikan hak komersial turnamen kepada investor swasta, yang memicu pengunduran diri penasihat senior FIFA Carlos Cordeiro pada Jumat, 31 Juli 2026. Langkah penolakan AFC ini memperkuat penolakan sebelumnya dari UEFA dan Concacaf, sehingga total 136 asosiasi anggota berpotensi menentang proposal tersebut dalam pemungutan suara FIFA. Di sisi lain, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan dukungan kepada rencana tersebut karena dinilai membuka peluang pendanaan bagi negara berkembang. Carlos Cordeiro, mantan bankir Goldman Sachs yang menjabat penasihat senior strategi dan tata kelola global FIFA sejak September 2021, memutuskan mengundurkan diri sebagai bentuk penolakan atas proposal komersialisasi tersebut.

"Kesepakatan buruk bagi sepak bola," kata Carlos Cordeiro, mantan Penasihat Senior FIFA.

Cordeiro menilai proposal komersial ini berisiko merusak masa depan tata kelola olahraga internasional secara jangka panjang. "Menggadaikan masa depan sepak bola," kata Carlos Cordeiro, mantan Penasihat Senior FIFA.

Dalam keterangan resminya, pihak AFC menegaskan pentingnya menjaga keutuhan dan keberagaman partisipasi seluruh anggota global dalam ajang tertinggi sepak bola. "Piala Dunia FIFA adalah puncak sepak bola global dan kekuatannya berasal dari partisipasi semua konfederasi dan negara-negara sepak bola terkemuka di dunia," bunyi pernyataan resmi AFC.

Pihak konfederasi Asia tersebut menekankan bahwa skema investasi swasta dapat mengancam integritas turnamen. "Setiap usulan yang berisiko merusak kesatuan dan karakter universal kompetisi harus dipertimbangkan kembali," bunyi pernyataan resmi AFC. AFC juga menyoroti minimnya ruang diskusi yang diberikan badan pengatur sepak bola dunia tersebut kepada federasi anggota sebelum menggulirkan kebijakan.

"Arah tujuan," bunyi pernyataan resmi AFC.

Kegagalan dalam membangun komunikasi terbuka dinilai menjadi bukti adanya masalah sistemik dalam pengambilan keputusan organisasi. "Mengungkap kelemahan mendasar dalam proses konsultasi dan pengambilan keputusan FIFA yang sekarang harus diatasi," bunyi pernyataan resmi AFC. Konfederasi menuturkan bahwa mekanisme yang berjalan saat ini membuat pemangku kepentingan utama merasa disampingkan.

"Konfederasi, asosiasi anggota, dan bahkan badan pengatur FIFA sendiri, termasuk Dewan FIFA, merasa terpinggirkan," bunyi pernyataan resmi AFC.

AFC menegaskan bahwa kepemilikan olahraga sepak bola berada di tangan seluruh komunitas global. "Piala Dunia FIFA, dan permainan itu sendiri, adalah milik seluruh keluarga sepak bola global," bunyi pernyataan resmi AFC.

Prinsip kebersamaan harus menjadi landasan utama dalam penentuan arah kebijakan masa depan. "Masa depan mereka harus selalu dibentuk secara kolektif, melalui lembaga-lembaga yang mencerminkan suara semua Konfederasi dan asosiasi anggotanya," bunyi pernyataan resmi AFC.

Atas dasar tersebut, AFC mendesak perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem tata kelola di tubuh FIFA. "AFC menyerukan kepada FIFA untuk segera melakukan peninjauan terhadap kerangka tata kelola dan pengambilan keputusannya guna memastikan bahwa usulan-usulan yang memiliki signifikansi global dikembangkan melalui konsultasi yang tepat, keterlibatan yang bermakna, dan pengawasan yang sesuai oleh badan-badan hukum FIFA," bunyi pernyataan resmi AFC. Cordeiro secara terbuka menegaskan penolakannya terhadap gagasan bahwa keterlibatan investor luar diperlukan untuk meningkatkan nilai komersial.

"Dengan tegas," kata Carlos Cordeiro, mantan Penasihat Senior FIFA.

Ia menekankan tidak mendukung skema komersialisasi yang ditawarkan oleh kepemimpinan FIFA. "Tidak menerima usulan," kata Carlos Cordeiro, mantan Penasihat Senior FIFA. Masa depan organisasi dinilai sedang berada di persimpangan jalan akibat kebijakan komersial ini.

"Usulan tersebut telah menjadi pertanyaan penting bagi masa depan FIFA," kata Carlos Cordeiro, mantan Penasihat Senior FIFA.

Menurut Cordeiro, orientasi finansial tidak boleh mengorbankan nilai dasar olahraga. "Tanggung jawab FIFA bukanlah untuk memaksimalkan keuntungan komersial dengan segala cara. Tanggung jawabnya adalah untuk melindungi dan memperkuat sepak bola untuk generasi mendatang," kata Carlos Cordeiro, mantan Penasihat Senior FIFA.

Prinsip perlindungan olahraga harus selalu diprioritaskan di atas kepentingan materi. "Ketika prinsip-prinsip itu berkonflik, sepak bola harus diutamakan," kata Carlos Cordeiro, mantan Penasihat Senior FIFA.

Cordeiro juga mempertanyakan ketidakjelasan rincian proyek komersial yang disodorkan kepada para anggota. "Yang paling mengkhawatirkan adalah tidak adanya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar," kata Carlos Cordeiro, mantan Penasihat Senior FIFA. Sejumlah pertanyaan esensial mengenai transparansi dan manfaat kesepakatan tersebut dinilai belum terjawab.

"Mengapa kesepakatan ini? Mengapa sekarang? Pengawasan apa yang ada? Siapa yang diuntungkan?" kata Carlos Cordeiro, mantan Penasihat Senior FIFA.

Ketergesaan dalam penentuan keputusan mendasar ini dinilai berpotensi merugikan anggota. "Pertanyaan-pertanyaan ini sebagian besar masih belum menjawab, namun asosiasi anggota diminta untuk membuat keputusan yang sangat penting dalam waktu kurang dari 50 hari atau berisiko tertinggal," kata Carlos Cordeiro, mantan Penasihat Senior FIFA. Langkah mendesak federasi dalam waktu singkat dinilai bukan tindakan yang bijaksana.

"Itu bukanlah cara yang bertanggung jawab untuk menentukan masa depan olahraga dunia," kata Carlos Cordeiro, mantan Penasihat Senior FIFA.

Sebelumnya, UEFA melontarkan ancaman keras terkait bergulirnya rencana komersialisasi ini. "Untuk memperkaya diri mereka sendiri dan teman-teman mereka," bunyi pernyataan resmi UEFA.

Sikap tegas penolakan juga disampaikan UEFA melalui pernyataan resmi mengenai status komersial turnamen. "Piala Dunia tidak dapat diperlakukan sebagai produk investasi," bunyi pernyataan resmi UEFA.

Nilai sejarah kompetisi tersebut dinilai telah dibangun dalam kurun waktu yang sangat panjang. "Ini adalah salah satu warisan olahraga sepak bola terbesar. Warisan ini telah dibangun selama beberapa generasi oleh para pemain, tim nasional, dan pendukung di setiap benua," bunyi pernyataan resmi UEFA. UEFA menekankan agar kepemilikan kompetisi tidak diserahkan kepada pihak swasta.

"Tidak satu bagian pun darinya yang boleh diserahkan kepada investor swasta. Piala Dunia tidak untuk dijual," bunyi pernyataan resmi UEFA.

Merespons gelombang penolakan tersebut, FIFA menegaskan komitmennya untuk melanjutkan rencana pembentukan anak perusahaan Fifa Forward Enterprise (FFE). "Tidak ada yang menjual sepak bola," bunyi pernyataan resmi FIFA. Induk organisasi sepak bola dunia tersebut mengklaim adanya disinformasi yang beredar di publik.

"Telah terganggu oleh pemberitaan media yang tidak akurat," bunyi pernyataan resmi FIFA.

FIFA menjamin bahwa langkah komersialisasi ini tidak akan merusak nilai dasar olahraga. "Tidak akan mengorbankan semangat, tata kelola FIFA, atau sepak bola itu sendiri," bunyi pernyataan resmi FIFA.

Proposal skema FFE mencakup penawaran insentif sebesar 40 juta dolar AS bagi federasi yang mendukung, dengan batas waktu persetujuan awal hingga 19 September 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: FIFA PSSI Sepak Bola
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author