Achraf Hakimi Hadapi Persidangan Kasus Pemerkosaan Jelang Piala Dunia 2026

Share

Hakim instruksi Prancis resmi memutuskan untuk mengirim kapten tim nasional Maroko, Achraf Hakimi, ke sidang oral terkait kasus dugaan pemerkosaan di tengah persiapannya memperkuat negara dalam Piala Dunia 2026 pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Bek Paris Saint-Germain tersebut dilaporkan oleh seorang perempuan berusia 24 tahun pada Februari 2023 atas dugaan kekerasan seksual tanpa persetujuan di Boulogne-Billancourt, setelah keduanya berkenalan melalui media sosial Instagram.

Kasus hukum ini menciptakan krisis reputasi dan dampak ekonomi bagi klub serta sponsor, di mana pencarian kata kunci nama sang pemain sempat memuncak di Indonesia berdasarkan data Google Trends pada 13 Juni 2026.

Di tengah bergulirnya kasus tersebut, Hakimi tetap tampil membela Maroko melawan Brasil dalam pertandingan pertama Grup C Piala Dunia 2026 pada Sabtu malam, yang membuatnya mencetak rekor baru dengan 11 penampilan di turnamen tersebut.

Bintang Paris Saint-Germain ini langsung merespons putusan peradilan melalui sebuah pernyataan tertulis untuk menyangkal seluruh tuduhan pidana yang diarahkan kepada dirinya.

"Hoy en día, una acusación de violación basta para justificar un juicio, aun cuando la he impugnado y todo demuestra que es falsa. Es tan injusto para los inocentes como para las víctimas sinceras" ujar Achraf Hakimi, Pemain PSG.

Pihak pembela yang dipimpin pengacara Fanny Colin merespons dengan mengajukan banding ke Pengadilan Banding Versailles karena menilai prosedur hukum yang berjalan saat ini masih kekurangan bukti forensik dan pemeriksaan medis.

"la acusación se basa únicamente en la palabra de una mujer que entorpeció todas las investigations, se negó a someterse a cualquier examen médico y prueba de ADN, ya se negó a dar el nombre de testigos clave" kata Fanny Colin, Pengacara Hakimi.

Masalah personal Hakimi juga diperumit oleh gugatan cerai dari aktris Hiba Abouk terkait harta gana-gini, di mana aset sang pemain diketahui telah dialihkan atas nama ibunya, Saida Mouh.

Mantan pemain Real Madrid tersebut memberikan klarifikasi mengenai pengelolaan keuangan keluarganya yang sudah berjalan sejak ia mengawali karier sepak bola profesional.

"Mi madre no empezó a manejar mi dinero después de casarme, sino que lo hacía desde siempre y así siguió funcionando" cetus Achraf Hakimi, Pemain PSG.

Hakimi menambahkan bahwa pengaturan keuangan oleh ibunya dilakukan karena faktor kepercayaan sejak dirinya belum menginjak usia dewasa.

"Desde pequeño he recibido dinero y yo no podía manejarlo al ser menor de edad, entonces era mi madre quien lo gestionaba" urai Achraf Hakimi, Pemain PSG.

Meskipun dibayangi persoalan hukum dan finansial, posisi bek kanan ini di dalam skuad tim nasional dinilai sangat krusial oleh tim kepelatihan.

"Es el jugador más importante para mí" tegas Walid Regragui, Mantan Pelatih Maroko.

Pengadilan Banding Versailles dijadwalkan akan mengumumkan keputusan resmi terkait permohonan pembatalan sidang yang diajukan oleh pihak Hakimi pada 19 Juni 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author