AC Milan Buru Pelatih Baru Usai Pecat Massimiliano Allegri

Share

Manajemen AC Milan gencar melakukan perombakan besar-besaran dan mencari pelatih baru usai memecat Massimiliano Allegri setelah klub tersebut finis di peringkat kelima Liga Italia dan gagal lolos ke Liga Champions.

Dilansir dari laporan Gazzetta dello Sport pada Kamis (11/6), manajemen klub yang dipimpin Gerry Cardinale dikabarkan telah menghubungi beberapa kandidat pelatih papan atas termasuk Oliver Glasner, Ruben Amorim, Mauricio Pochettino, dan Matthias Jaissle.

Pemecatan Allegri terjadi kurang dari 24 jam setelah pertandingan resmi terakhir musim 2025/2026, di mana AC Milan kalah 1-2 dari Cagliari. Langkah tegas ini juga memakan korban di jajaran manajemen, dengan didepaknya Direktur Eksekutif Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, dan Direktur Teknik Geoffrey Moncada.

Gerry Cardinale bersama Massimo Calvelli dan penasihat senior Zlatan Ibrahimovic kini memimpin langsung proses interviu para calon suksesor. Prioritas utama manajemen sebenarnya adalah menunjuk direktur teknik baru terlebih dahulu, dengan Ralf Rangnick menjadi target utama yang telah ditemui di Wina.

Oliver Glasner saat ini berada di posisi terdepan setelah mencapai prinsip kesepakatan verbal pada Senin (8/6) untuk kontrak dua musim dengan opsi perpanjangan, serta gaji bersih 3,5 juta euro per tahun. Namun, pelatih asal Austria itu masih harus menunggu keputusan final karena manajemen Milan masih melakukan penjajakan dengan kandidat lain.

Nama Matthias Jaissle mencuat sebagai pesaing kuat setelah Cardinale dan Ibrahimovic menemuinya langsung di London pada Jumat (12/6). Pelatih berusia 38 tahun yang sukses membawa Al Ahli menjuarai Liga Champions Asia dua kali tersebut dilaporkan siap memotong gaji besarnya demi melatih AC Milan, meski klub harus menebus klausul rilis sebesar 6 juta euro kepada klub Arab Saudi tersebut.

Di sisi lain, mantan pelatih Manchester United Ruben Amorim menjadi sosok favorit yang didukung penuh oleh Zlatan Ibrahimovic untuk menukari AC Milan. Pihak Il Diavolo Rosso telah melakukan panggilan video dengan Amorim, meskipun muncul laporan dari media A Bola bahwa pelatih asal Portugal tersebut berniat mengambil masa rehat (sabatis) pada musim 2026/2027.

Selain kekosongan kursi kepelatihan, manajemen AC Milan juga dihadapkan pada masalah internal terkait masa depan penyerang andalan mereka, Rafael Leao. Pemain asal Portugal tersebut secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mencari tantangan baru di luar Liga Italia meski masih terikat kontrak dua tahun lagi.

"Acho que pessoalmente já dei tudo o que tinha no Milan. Foi um clube que me ajudou a crescer muito, que me apoiou nos momentos difíceis e felizmente consegui marcar o meu nome na história" kata Rafael Leão, Penyerang AC Milan kepada Sport TV.

Pemain didikan Sporting tersebut menegaskan bahwa dirinya berambisi untuk mencoba atmosfer kompetisi baru di negara lain jika kesempatan tersebut datang.

"Obviamente toda a gente tem sonhos e desafios que ambiciona ter e eu ambiciono um desafio novo numa nova Liga. Se isso acontecer, ficarei muito contente e também realizado, porque também fez o meu trabalho no Milan. Espanha, Premier League ou Arábia Saudita? Agora o mais importante é fazer um bom Mundial e conseguir ajudar a Seleção no que puder" ujar Rafael Leão, Penyerang AC Milan.

Saat ini fokus utamanya adalah membela tim nasional di Piala Dunia 2026 sebelum nantinya duduk bersama untuk mengevaluasi opsi kelanjutan karier terbaiknya di kancah sepak bola Eropa.

"Depois, quando esse momento chegar, estudar as melhores opções para dar seguimento à minha carreira e ter continuidade a competir num clube do futebol europeu" kata Rafael Leão, Penyerang AC Milan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author