Menteri Keuangan Sebut Rumor Pasar Melemahkan Nilai Tukar Rupiah

Share

Menteri Keuangan RI Purbaya menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dipicu oleh sentimen negatif dan rumor yang beredar di pasar keuangan pada Rabu (3/6/2026).

Kondisi ini terjadi di tengah situasi ekonomi Indonesia yang mengalami tekanan pada dua indikator utama, yaitu penurunan indeks saham dan melemahnya nilai mata uang domestik.

Berdasarkan data Investing per Kamis (4/6/2026) pagi yang dilansir dari Detik Finance, dolar AS mengalami penguatan sebesar 49,4 basis poin atau 0,28 persen menjadi Rp 18.015, dengan pergerakan harian di rentang Rp 17.937 hingga Rp 18.024.

"Kalau kita lihat kan tiba-tiba saja pelemahannya, satu dua hari ini kan. Ada isu macam-macam, ada rumor macam-macam di pasar," ujar Purbaya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Selain mata uang yang tertekan, Indeks Harga Saham Gangguan (IHSG) pada Kamis (4/6/2026) pagi juga dibuka merosot hingga 247 basis poin atau 4,15 persen ke level 5.693, setelah pada penutupan sebelumnya terkoreksi 4,11 persen di posisi 5.941.

Penurunan indeks saham domestik tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal, berupa alotnya proses negosiasi yang sedang berlangsung antara pihak Iran dan Amerika Serikat.

"Pelemahan pasar domestik sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia yang bergerak di zona merah, dipicu meningkatnya ketidakpastian terkait perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran," tulis MNCS Retail Research dalam hasil analisisnya, Kamis (4/6/2026).

Kondisi pasar modal yang terus mengalami tekanan ini memicu pembahasan mengenai tingkat kepercayaan investor ritel dan arah pergerakan nilai tukar rupiah ke depan bersama Komisi XI DPR RI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author