Ketahui Perbedaan Manfaat Lari Pagi dan Lari Sore Bagi Kesehatan

Share

Menentukan waktu olahraga yang tepat sering kali membingungkan karena lari pagi maupun lari sore sama-sama mendatangkan khasiat bagi tubuh. Meski begitu, keduanya mempunyai keunggulan spesifik yang dipengaruhi oleh jam biologis individu.

Variasi kegunaan ini sangat berkaitan erat dengan ritme sirkadian, suhu tubuh, metabolisme, hingga fluktuasi hormon. Oleh sebab itu, jam ideal untuk melakukan aktivitas ini bersifat personal, seperti dikutip dari Bloomberg Technoz.

Aktivitas lari di awal hari jamak diprioritaskan oleh individu yang ingin membentuk kedisiplinan berolahraga secara konstan. Waktu ini meminimalkan hambatan eksternal yang berpotensi merusak jadwal latihan.

Potensi pembatalan olahraga akibat urusan pekerjaan, pertemuan mendadak, atau urusan dinas lain cenderung lebih rendah pada pagi hari. Selain itu, rutinitas ini membantu tubuh menyelaraskan jam biologisnya.

Kehadiran sinar matahari saat beraktivitas di ruang terbuka memicu tubuh mengenali periode aktif dan waktu istirahat. Proses alami tersebut berkontribusi positif dalam meningkatkan mutu tidur di malam hari.

Dari segi metabolisme, berolahraga sebelum menyantap sarapan dihubungkan dengan optimalisasi penurunan berat badan. Publikasi ilmiah dalam jurnal PLOS One menunjukkan bahwa olahraga sebelum makan meningkatkan oksidasi lemak selama 24 jam.

Melalui riset tersebut, pembakaran lemak menyentuh angka sekitar 519±37 kilokalori per hari pada kelompok yang berolahraga sebelum sarapan. Jumlah ini lebih besar ketimbang kondisi tanpa olahraga yang berada di kisaran 400±41 kilokalori per hari.

Efek positif lain didapatkan dari sisi psikologis karena aktivitas fisik memicu pelepasan zat kimia otak seperti endorfin. Dampaknya, pelari kerap merasakan kondisi mental yang lebih segar, fokus, dan gembira.

Keunggulan Melakukan Lari Sore

Bagi sebagian orang, paruh kedua hari menjadi momen berolahraga yang dinilai lebih ideal. Tubuh umumnya telah beradaptasi dengan aktivitas harian sehingga menunjukkan kesiapan fisik yang lebih matang.

Suhu internal tubuh terpantau meningkat pada sore menjelang malam yang berdampak pada fleksibilitas otot. Mayo Clinic melansir bahwa kapasitas fisik seseorang dapat mencapai titik puncak pada waktu ini, mencakup aspek kekuatan otot dan daya tahan.

Kondisi fisik yang siap membuat sesi olahraga dengan intensitas tinggi menjadi lebih nyaman dieksekusi pada sore hari. Latihan kecepatan, tempo run, maupun interval dinilai berjalan lebih maksimal.

Laporan ilmiah dalam jurnal Scientific Reports menerangkan bahwa performa latihan intensitas tinggi dipengaruhi oleh waktu pelaksanaan, suhu tubuh, hormon, serta ritme sirkadian otot. Faktor-faktor tersebut mendukung efisiensi kerja tubuh.

Lari sore juga berfungsi sebagai sarana pelepasan stres bagi kalangan pekerja setelah seharian beraktivitas. Olahraga ini menjernihkan pikiran sekaligus mempermudah transisi tubuh sebelum memasuki fase istirahat malam.

Menentukan Pilihan Waktu yang Tepat

Keputusan mengenai waktu terbaik kembali pada preferensi dan target pribadi masing-masing individu. Lari pagi lebih disarankan bagi yang fokus pada konsistensi, perbaikan pola tidur, atau pemangkasan lemak tubuh.

Sebaliknya, lari sore menjadi opsi ideal bagi yang mengejar peningkatan performa olahraga dan kecepatan. Faktor penentu paling krusial bukanlah jam pelaksanaan, melainkan kontinuitas dalam menjalankan olahraga tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author