Pep Guardiola Akui Manchester City Bergantung pada Nasib Arsenal

Share

Persaingan perebutan takhta juara Premier League 2025/2026 kini diakui tidak lagi sepenuhnya dikendalikan oleh Manchester City. Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyatakan bahwa timnya saat ini berada dalam posisi menunggu Arsenal tergelincir di sisa kompetisi.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah The Citizens memetik kemenangan meyakinkan saat menjamu Brentford di Stadion Etihad pada pertandingan pekan ke-36 Premier League, Sabtu (09/05/2026) malam WIB. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Manchester City menyudahi perlawanan tim tamu dengan keunggulan telak 3-0.

Tiga gol kemenangan tuan rumah baru tercipta pada babak kedua, yang diawali oleh aksi Jeremy Doku pada menit ke-60. Erling Haaland kemudian menggandakan keunggulan di menit ke-75, sebelum ditutup oleh gol Omar Marmoush pada masa injury time menit ke-90+2.

Hasil positif ini menjadi jawaban instan Manchester City setelah sebelumnya kehilangan poin penuh pada laga pekan ke-35, 5 Mei lalu. Seperti dikutip dari Bola, Manchester City harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Everton dengan skor 3-3 di Hill Dickinson Stadium, Liverpool.

Tambahan tiga angka dari laga kontra Brentford membuat The Citizens terus membayangi posisi Arsenal di klasemen sementara Premier League. Manchester City menempati peringkat kedua dengan perolehan 74 poin, terpaut jarak dua angka dari The Gunners yang bertengger di puncak.

Kendati demikian, jarak poin tersebut berpotensi melebar menjadi lima angka. Hal itu dapat terjadi jika Arsenal mampu mengatasi perlawanan West Ham United di London Stadium pada Minggu (10/05/2026) malam WIB.

Namun, jika Arsenal gagal memetik kemenangan atau tumbang di markas West Ham, peluang Manchester City untuk kembali memuncak dan mengamankan trofi juara terbuka lebar. Skuad asuhan Pep Guardiola ini masih mengantongi satu laga tunda yang belum dimainkan melawan Crystal Palace.

Guardiola menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menyapu bersih kemenangan di tiga laga tersisa. Langkah tersebut wajib dilakukan sembari menanti momentum rival mereka terpeleset dari puncak klasemen.

"Situasinya tadi ada di tangan kami, sekarang tidak lagi. Kami tidak bermain sempurna melawan Everton, tetapi hari ini kami kembali, Rabu bakal melawan Crystal Palace, mencoba melakukan tugas kami dan menunggu," kata Guardiola.

"Everton adalah bukti sebenarnya, tertinggal 1-3, bermain luar biasa pada babak pertama, lalu kehilangan poin, tetapi itulah sepak bola. Itu terjadi, yang penting adalah bagaimana Anda react, saya sangat senang dengan cara kami melakukannya," lanjutnya.

Di sisi lain, juru taktik asal Spanyol itu memberikan apresiasi khusus terhadap performa Brentford. Guardiola menilai tim tamu sebagai salah satu kontestan yang paling merepotkan sepanjang musim bergulir.

Beberapa aspek permainan Brentford dinilai kerap menghadirkan situasi berbahaya bagi lini pertahanan Manchester City. Manajer City tersebut secara spesifik menyoroti efektivitas serangan balik, skema bola mati, serta lemparan ke dalam tim lawan.

"Brentford adalah lawan yang sangat tangguh. Musim ini sudah membuktikannya. Mereka kuat dalam transisi, bola mati, dan lemparan ke dalam," ujar Guardiola.

"Kami memasukkan lebih banyak pemain ke kotak penalti pada babak kedua. Di babak pertama kami belum melakukannya dan itu membuat penyelesaian akhir kami kurang maksimal," jelasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author