Bruno Fernandes Marah Besar Akibat Insiden Siku di Laga MU Kontra Sunderland

Share

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, dikabarkan meluapkan kemarahannya di ruang ganti seusai pertandingan melawan Sunderland. Kemarahan gelandang asal Portugal tersebut dipicu oleh keputusan wasit Stuart Attwell yang tidak memberikan hukuman atas insiden sikutan pemain lawan.

Pertandingan yang digelar di Stadium of Light tersebut berakhir dengan skor imbang tanpa gol. Seperti dilansir dari Bola, tensi permainan memuncak pada menit-menit akhir laga ketika Nilson Angulo tertangkap kamera mengayunkan lengannya ke arah wajah Bruno Fernandes.

Bruno Fernandes sempat harus mendapatkan perawatan medis di lapangan akibat benturan tersebut. Kendati demikian, Stuart Attwell tetap melanjutkan jalannya laga tanpa mengeluarkan kartu, sementara wasit VAR Peter Bankes juga memutuskan untuk tidak melakukan intervensi.

Kekecewaan pihak Setan Merah terhadap kepemimpinan Stuart Attwell bukan pertama kali terjadi pada musim ini. Petinggi Manchester United sebelumnya pernah melayangkan protes resmi setelah sang pengadil tidak memberikan penalti kala Amad Diallo dilanggar dalam laga kontra Bournemouth yang berakhir 2-2 pada Maret lalu.

Manajer Manchester United, Michael Carrick, memberikan respons mengenai kejadian yang menimpa kapten timnya tersebut. Michael Carrick mengaku belum melihat rekaman ulang momen pelanggaran itu secara jelas saat sesi wawancara setelah pertandingan usai.

Namun, Michael Carrick memastikan bahwa Bruno Fernandes serta jajaran staf pelatih merasa sangat kecewa karena tindakan pelanggaran keras tersebut luput dari sanksi wasit.

"Bruno mengatakan memang ada kontak dan dia tidak senang ketika masuk ke ruang ganti," ujar Carrick.

"Staf pelatih di bangku cadangan juga tidak senang dengan kejadian itu."

"Saya sendiri mulai bingung dengan apa yang sedang terjadi, jadi mungkin lebih baik saya tidak terlalu banyak berkomentar," lanjutnya.

Kritik Tajam dari Analis Pertandingan

Mantan wasit Liga Inggris yang kini aktif sebagai analis di Sky Sports, Mike Dean, turut melayangkan kritik keras atas keputusan perangkat pertandingan. Menurut pandangannya, para petugas di lapangan terlihat sangat ragu dan takut untuk mengambil keputusan tegas.

"Memang tidak ada tenaga besar dalam kontak itu, tetapi saya tidak mengerti kenapa pemain sampai berlari lalu mengayunkan lengan dan menempatkan dirinya dalam risiko," kata Dean saat menganalisis insiden tersebut.

"Saya tidak yakin apa yang sedang terjadi. Mereka jelas sudah melihat tayangannya, tetapi tidak melakukan apa-apa. Mereka hanya berbicara dengan Fernandes lalu pengecekan selesai. Dengan VAR, situasi seperti itu sebenarnya bisa saja berujung keputusan berbeda," ulasnya.

Mantan pemain Arsenal yang kini menjadi panelis di studio Sky Sports, Paul Merson, ikut memberikan komentar tambahan.

"Mereka bahkan tidak memberi kartu kuning kepadanya, Mike."

Pernyataan dari Paul Merson tersebut kemudian memicu respons lanjutan dari Mike Dean yang menyoroti penurunan performa para pengadil lapangan belakangan ini.

"Sekaran sudah bulan Mei, bukan?"

Pembawa acara Sky Sports, Simon Thomas, langsung mempertanyakan maksud dari komentar yang dilontarkan oleh Mike Dean tersebut.

"Apa maksudnya? Mungkin sekarang memang bulan Mei bagi Anda, tetapi wasit tetap harus menjalankan tugasnya, bukan?"

Mike Dean kemudian memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai maksud dari kalimat yang diucapkannya di hadapan publik.

"Saya hanya kesal dengan keputusan-keputusan di pertandingan yang sekarang malah tidak diambil. Fulham tadi jadi contoh lain. Performa wasit di lapangan sangat buruk," cetusnya.

"Mereka seperti tidak mau membuat keputusan di lapangan. Terlepas ini bulan Mei atau bukan, situasi tadi seharusnya mudah diputuskan," keluh Dean.

"Lima menit sebelumnya juga ada klaim penalti untuk Manchester United yang bisa diperdebatkan. Di pertandingan lain juga ada tekel yang serupa. Mereka sekarang seperti enggan mengambil keputusan dan saya tidak tahu alasannya," katanya lagi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author