Timnas Italia Hadapi Luksemburg Bawa Skuad Muda Usai Gagal Kualifikasi

Share

Tim nasional Italia memulai langkah awal regenerasi skuad dengan menghadapi Luksemburg dalam laga persahabatan internasional di Stade de Luxembourg pada Kamis, 4 Juni 2026, pukul 01.45 WIB. Pertandingan ini menjadi momentum eksperimental bagi Gli Azzurri setelah dipastikan gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026.

Dilansir dari mediaindonesia.com, kegagalan menembus Piala Dunia terjadi setelah Italia takluk dari Bosnia dan Herzegovina di babak playoff kualifikasi UEFA. Catatan kelam ini membuat Gennaro Gattuso mundur dari kursi kepelatihan, yang kemudian digantikan oleh Silvio Baldini selaku pelatih interim dari tim kelompok umur U-21.

Menghadapi tantangan baru ini, Baldini melakukan perombakan besar dengan memanggil mayoritas pemain muda minim jam terbang internasional senior. Dari total 24 nama yang dibawa ke Coverciano, tercatat hanya Gianluigi Donnarumma, Marco Palestra, Niccolo Pisilli, dan Pio Esposito yang sudah mengantongi pengalaman bertanding di level senior.

"Mereka berlatih dengan hati, keinginan untuk menjadi protagonis dan mewakili rakyat Italia. Anak-anak ini adalah masa depan sepak bola Italia," papar Baldini dikutip Football Italia melalui tirto.id.

Penyerang muda berusia 18 tahun asal Borussia Dortmund, Samuele Inacio, menjadi salah satu wajah baru yang mendapat perhatian besar dalam pemanggilan ini. Pemain kelahiran tahun 2007 tersebut mengekspresikan antusiasmenya secara langsung dari pusat latihan tim nasional.

"Saya sedang berada di rumah ketika pengumuman skuat keluar. Sungguh tidak bisa dipercaya saat melihat nama saya ada di sana. Saya langsung membatin, ‘Saya berhasil!’. Ini adalah tim nasional senior, sebuah momen yang menghadirkan kebanggaan luar biasa," ujar Inacio seperti dikutip dari Football Italia melalui jakrev.com.

Inacio menambahkan bahwa kehadiran para pemain senior, terutama sang kapten Gianluigi Donnarumma yang kini membela Manchester City, memberikan pengaruh yang sangat positif di ruang ganti.

"Datang ke sini bersama banyak pemain muda adalah hal yang sangat positif bagi masa depan Italia. Tentu saja, di sini juga ada Gigio Donnarumma. Dia adalah idola bagi kami semua, dan kami menjadikannya contoh untuk diikuti," kata dia.

Bakat sepak bola Inacio mengalir dari sang ayah, Pia, yang merupakan mantan penyerang asal Brasil dengan pengalaman merumput di Serie A bersama Atalanta, Napoli, dan Torino. Pengalaman masa kecil menonton sang ayah bermain membentuk kecintaannya terhadap olahraga ini sejak usia dini.

"Saya tumbuh besar dengan menonton ayah bermain, dan sejak saat itu saya langsung jatuh cinta pada sepakbola. Nasihat terbaik yang pernah dia berikan kepada saya adalah jangan pernah cepat puas," ujar Inacio.

Nasihat mengenai mentalitas kompetitif tersebut terus dipegang teguh oleh sang penyerang dalam merintis karier profesionalnya di dunia sepak bola.

"Bahkan ketika segalanya berjalan dengan sangat baik, saya harus selalu berpikir bahwa saya harus memulainya lagi dari nol. Dan yang terpenting, sebelum menjadi seorang pesepakbola, saya harus menjadi orang yang baik terlebih dahulu," sambungnya.

Sebelum menembus skuad utama Dortmund, Inacio sempat menimba ilmu di akademi muda Atalanta sebelum akhirnya memutuskan hengkang ke Jerman pada tahun 2024. Keputusan berani merantau di usia remaja tersebut kini terbukti membuahkan hasil lewat performa impresifnya di Bundesliga.

"Saya ingin mencoba tantangan baru. Proyek yang ditawarkan Dortmund langsung membuat saya terpikat, terlebih setelah mengetahui sejarah besar klub ini. Sekarang saya tahu bahwa saya telah mengambil keputusan yang tepat. Langkah ini benar-benar membuahkan hasil," tegas Inacio.

Proses adaptasi di Jerman sempat terkendala oleh faktor bahasa, namun keberadaan rekan senegara seperti Luca Reggiani dan Filippo Mane membantu Inacio melewati masa sulit tersebut.

"Bahasa jelas menjadi hal tersulit, tetapi saya sangat terbantu oleh kehadiran Luca (Reggiani) dan Filippo (Mane) yang juga berada di sana bersama saya. Hal itu membuat proses adaptasi menjadi jauh lebih mudah. Untuk saat ini, saya mulai paham bahasa Jerman dan bisa berbicara sedikit, tetapi saya lebih sering berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris," akunya jujur.

Inacio juga menceritakan pengalaman emosionalnya saat berhasil mencetak gol pertamanya di kompetisi kasta tertinggi Jerman di hadapan tribun selatan legendaris Dortmund.

"Itu adalah momen terbaik dalam hidup saya. Mencetak gol di depan Yellow Wall memberikan perasaan yang sangat luar biasa. Saya sudah menantikan momen itu sejak lama, dan ketika itu akhirnya terjadi, saya merasa menjadi orang paling bahagia di dunia. Sampai sekarang, saya masih sering menonton video gol itu," kenangnya penuh emosi.

Kini sang penyerang mengalihkan fokus sepenuhnya demi meraih kesuksesan jangka panjang dan membawa kembali kejayaan sepak bola Italia di panggung internasional.

"Mengenakan jersey Azzurri adalah impian terbesar saya. Banyak jawara hebat yang lahir dan berproses dari sini. Saya ingin terus mengenakan jersey ini di level tertinggi, dan impian terbesar saya adalah memenangkan trofi Piala Dunia bersama Italia," pungkasnya penuh optimisme.

Di sisi lain, juru taktik Silvio Baldini menekankan pentingnya aspek mental bagi para pemain muda yang berasal dari berbagai latar belakang budaya baru di Italia ini.

"Saya ingin mereka merasa bangga mengenakan seragam Italia, sekaligus keberanian dan kebebasan untuk mengekpresikan apa yang bisa diperbuat, tanpa ragu," tambah Baldini sang juru taktik.

Berdasarkan data taktis, Luksemburg di bawah asuhan Jeff Strasser akan menurunkan skuad yang lebih berpengalaman dengan dipimpin oleh kapten veteran Laurent Jans. Penyerang nomor 10 mereka, Danel Sinani yang bermain untuk St. Pauli, menjadi andalan utama di lini serang tuan rumah.

Statistik 5 Pertandingan Terakhir Kedua Tim
Luksemburg Italia
Luksemburg vs Malta 3-0 (31/03/26) Bosnia & Herzegovina vs Italia 2-1 (01/04/26)
Malta vs Luksemburg 0-2 (27/03/26) Italia vs Irlandia Utara 2-0 (27/03/26)
Irlandia Utara vs Luksemburg 1-0 (18/11/25) Italia vs Norwegia 1-4 (17/11/25)
Luksemburg vs Jerman 0-2 (15/11/25) Moldova vs Italia 0-2 (14/11/25)
Slovakia vs Luksemburg 2-0 (14/10/25) Italia vs Israel 3-0 (15/10/25)

Pertemuan terakhir kedua kesebelasan terjadi pada Juni 2014 dengan skor imbang 1-1. Setelah menyelesaikan laga kontra Luksemburg, agenda uji coba internasional tim nasional Italia berikutnya adalah menghadapi Yunani pada Senin, 8 Juni 2026 di Heraklion.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author