Dolar AS Menguat Terhadap Rupiah Dekati Level Rp18.000
Nilai tukar rupiah mengalami tekanan besar terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari Rabu (3/6) seiring lonjakan mata uang asing tersebut yang mendekati level Rp18.000.
Berdasarkan data Bloomberg yang dilansir dari Detik Finance, dolar AS mencatatkan penguatan sebesar 0,71 persen ke angka Rp17.966,5 pada penutupan sore hari ini setelah dibuka pada level Rp17.863,5 pada pagi hari.
Akumulasi penguatan dolar AS terhadap mata uang garuda telah mencapai 7,71 persen sepanjang tahun 2026 berjalan, dan tren penurunan ini diproyeksikan masih membayangi pergerakan pasar keuangan domestik.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.960-18.030," ungkap analis komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi.
Dampak dari pelemahan kurs rupiah ini turut menyeret sektor pasar modal domestik, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut terpuruk seiring koreksi nilai tukar yang terjadi secara simultan.
Menjelang penutupan pasar, IHSG terkoreksi signifikan sebesar 4,14 persen sehingga merosot ke posisi level 5.938,84.
"Kami perkirakan koreksi yang terjadi di JCI saat ini disebabkan oleh adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," jelas Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.
Pelemahan mata uang rupiah diperkirakan masih berpotensi berlanjut pada perdagangan hari Kamis (4/6).