BYD Siap Meluncurkan Atto 3 Facelift dengan Varian Mesin Lebih Bertenaga
Peluncuran BYD Atto 3 facelift dipastikan bakal berlangsung pada 5 Juni 2026 di pasar Malaysia. Kehadiran kendaraan ramah lingkungan di segmen C-SUV ini membawa sederet penyegaran yang membuat tampilannya menjadi semakin modern.
Seperti dikutip dari Moladin, produsen otomotif asal China tersebut kini menghadirkan beberapa versi Atto 3 facelift untuk dipasarkan di sejumlah negara berbeda. Walaupun tetap memakai nama yang sama, spesifikasi dan teknologi yang diusung menunjukkan perbedaan signifikan antara varian standar dengan tipe terbaru bernama Evo.
Sektor eksterior menjadi bagian yang paling mudah dikenali dari proses penyegaran ini. Desain bumper depan dan belakang kini dirancang lebih agresif dibandingkan dengan model pendahulunya.
Kesan premium pada SUV listrik ini semakin diperkuat berkat penambahan aksen khusus sewarna bodi. Pada area buritan, lampu kendaraan mengusung grafis baru dengan pola segitiga bertingkat demi menghadirkan kesan futuristis.
Tampilan pilar D kini dirancang lebih ramping menggunakan trim berwarna hitam. Khusus untuk varian Evo, pabrikan menyematkan pelek alloy berukuran 18 inci dengan desain baru berwarna abu-abu yang mempertegas karakter sporty.
Suasana Kabin Minimalis dan Modern
Memasuki area interior, tata letak ruang kabin kini terlihat jauh lebih rapi. Bagian dasbor mengadopsi konsep yang lebih sederhana dengan permukaan yang dibuat lebih rata ketimbang model terdahulu.
Kendaraan ini juga dilengkapi dengan setir baru yang mengadopsi bahasa desain dari Atto 2. Perubahan lain yang cukup mencolok adalah perpindahan tuas transmisi ke kolom kemudi, sehingga area konsol tengah menjadi lebih lapang.
Pusat kendali fitur kendaraan masih mengandalkan layar pusat informasi hiburan berukuran 15,6 inci. Berbeda dari generasi sebelumnya, monitor tersebut sekarang tidak lagi dilengkapi dengan kemampuan rotasi otomatis.
Spesifikasi Teknis Varian Standar
Untuk pasar global tertentu, pabrikan menyediakan pilihan varian standar yang sebelumnya telah dipasarkan di Hong Kong. Model ini memperoleh pembaruan pada desain eksterior serta optimalisasi kemampuan pengisian daya baterai.
Sistem pengisian daya cepat searah kini mampu menerima daya maksimal hingga 105 kW. Kemampuan tersebut membuat proses pengisian daya baterai berjalan dengan jauh lebih efisien.
Pada bagian penggerak, spesifikasi teknis kendaraan ini masih mempertahankan konfigurasi dari model pendahulunya. Sistem penggerak roda depan mengandalkan motor listrik bertenaga 204 PS dengan torsi puncak mencapai 310 Nm.
Daya penggerak tersebut disuplai oleh baterai Blade LFP berkapasitas 60,48 kWh. Berdasarkan pengujian dengan metode WLTP, varian standar ini mampu menempuh jarak maksimal hingga 420 km.
Varian Evo dengan Performa Lebih Besar
Peningkatan performa yang jauh lebih signifikan ditawarkan oleh varian Atto 3 Evo. Tipe ini sudah mengadopsi platform baru yang menggunakan sistem penggerak roda belakang.
Motor listrik yang disematkan mampu memuntahkan tenaga maksimal hingga 313 PS serta torsi puncak 380 Nm. Melalui peningkatan performa ini, akselerasi dari titik nol hingga 100 km/jam dapat diselesaikan dalam waktu 5,5 detik.
Kecepatan tertinggi dari varian Evo ini juga mengalami peningkatan hingga menyentuh angka 180 km/jam. Catatan tersebut menjadikannya sebagai salah satu pilihan SUV listrik dengan performa kompetitif di kelasnya.
Opsi Penggerak Semua Roda
Bagi konsumen yang menginginkan performa lebih tinggi, tersedia pula opsi varian dengan sistem penggerak semua roda yang mengandalkan dua unit motor listrik. Kombinasi dua motor tersebut mampu menghasilkan tenaga gabungan hingga mencapai 449 PS dan torsi 560 Nm.
Kemampuan akselerasi tipe penggerak semua roda ini dari posisi diam menuju 100 km/jam hanya membutuhkan waktu 3,9 detik. Sementara itu, kecepatan maksimal yang dapat diraih bertambah menjadi 200 km/jam.
Kapasitas Baterai dan Daya Tampung Bagasi
Kelebihan lain dari varian Evo terletak pada penggunaan baterai yang berkapasitas lebih besar, yaitu mencapai 74,8 kWh. Berkat kapasitas tersebut, jarak tempuh kendaraan meningkat menjadi 510 km untuk tipe penggerak roda belakang dan 470 km untuk varian penggerak semua roda berdasarkan standar WLTP.
Sistem kenyamanan berkendara ditunjang oleh penggunaan suspensi belakang independen jenis five-link yang memiliki dimensi lebih ringkas. Penggunaan komponen ini memberikan dampak positif berupa penambahan ruang bagasi sebesar 50 liter.
Volume bagasi standar kini mencapai 490 liter. Kapasitas ruang penyimpanan barang tersebut masih dapat diperluas lagi hingga menyentuh angka 1.360 liter apabila kursi pada baris kedua dilipat sepenuhnya.
Apabila model penyegaran ini masuk ke pasar Indonesia, kendaraan tersebut berpotensi menjadi salah satu pilihan SUV listrik yang menarik perhatian para konsumen otomotif tanah air.