PSI Respons Kedekatan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri

Share

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan tanggapan mengenai momen keakraban antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026), dilansir dari Detikcom.

Sikap kebersamaan kedua tokoh bangsa tersebut dinilai sebagai wujud nyata dari jiwa kenegarawanan untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat demi kemajuan negara.

Ketua DPP PSI Bestari Barus memberikan pandangannya mengenai langkah politik yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo Subianto saat dihubungi pada Rabu (3/6/2026).

"Pak Prabowo itu Negarawan lah, sama dengan Pak Jokowi, negarawan. Dari awal Pak Prabowo sudah menunjukkan iktikad beliau untuk menyatukan segenap potensi bangsa demi Indonesia yang lebih baik," kata Ketua DPP PSI Bestari Barus.

Bestari Barus juga memberikan tanggapan mengenai ketidakhadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam momen kebersamaan tersebut.

"Kalau soal Pak Jokowi tidak diundang itu dapat dimaklumi, paham-paham lah kita," ucap Bestari Barus.

Lebih lanjut, pihak PSI meyakini bahwa jalinan komunikasi silaturahmi antara Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo tetap dapat berjalan dengan baik pada kesempatan-kesempatan mendatang.

"Berilah kesempatan kepada Pak Prabowo. Terlihat beliau itu negarawan, mengundang semuanya, dan yang diundang datang, kan begitu. Kalau Pak Jokowi, ya undangannya bisa official, bisa juga kadang-kadang dulu kita lihat saling mengunjungi, kan begitu," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa Joko Widodo memiliki jiwa besar untuk memahami situasi protokoler kenegaraan serta akan senantiasa memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan saat ini.

"Ya kalau yang sekali ini mungkin terlihat tidak diundang, ya ke depan nanti diundang, begitu. Dan saya kira, saya yakin kenegarawanan Pak Jokowi itu memaklumi hal ini gitu, sangat memaklumi dan memberikan juga support kepada Pak Prabowo terus tanpa putus," lanjutnya.

Bestari Barus membantah adanya isu keretakan hubungan politik dan menegaskan bahwa kedua tokoh tersebut merupakan sahabat dekat yang saling menghormati.

"Berilah kesempatan kepada Pak Prabowo untuk bergandengan tangan. Nggak masalah itu. Ini dua ini (Prabowo dan Jokowi) sahabat karib ini. Pak Jokowi dengan Pak Prabowo itu tidak bisa dinafikkan ini sahabat karib. Begitu. Jadi kalau tidak mengundang pun pada hari ini, itu nggak ada rasa sakit apa pun di Pak Jokowi, ndak. Dimaklumi gitu lho," tutur dia.

Terkait daftar undangan acara kenegaraan, pihak PSI menyatakan bahwa regulasi dan penentuan tamu merupakan kewenangan penuh dari pihak sekretariat kepresidenan.

"Atau mungkin ada hal baru dalam mekanisme mengundang menetapkan siapa yang diundang. Sepenuhnya itu menjadi hak Istana lah," imbuhnya.

Momen keakraban tersebut berlangsung di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, serta Wapres ke-13 Ma'ruf Amin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author