Produsen China Bentuk Aliansi Energi Surya Antariksa di Shanghai
Sejumlah produsen dan lembaga penelitian tenaga surya asal China meresmikan Aliansi Pengembangan Energi Antariksa pada Selasa, 2 Juni 2026, di Shanghai untuk mempromosikan pemanfaatan energi surya di luar angkasa. Langkah ini diambil sebagai upaya mencari jalur pertumbuhan baru di tengah situasi kelebihan kapasitas industri yang terjadi di daratan.
Asosiasi baru tersebut beranggotakan 13 anggota pendiri yang meliputi perusahaan besar seperti GCL Technology Holdings Ltd dan Trina Solar Co. Peresmian aliansi ini dilakukan dalam rangkaian pameran tenaga surya terbesar di dunia, yaitu konferensi SNEC PV+ tahun ini, dengan prosesi upacara yang berlangsung selama sekitar lima menit pada hari pembukaan acara.
Tokoh industri tenaga surya sekaligus pendiri Suntech Power Holdings Co, Shi Zhengrong, turut hadir dalam peluncuran tersebut. Aliansi ini menyoroti besarnya perhatian industri terhadap pemanfaatan energi surya berbasis ruang angkasa, yang diproyeksikan menjadi sumber daya potensial bagi pusat data orbit penunjang kecerdasan buatan.
Permintaan panel surya untuk fasilitas luar angkasa tersebut diperkirakan mampu mencapai sekitar 200 gigawatt dalam dekade mendatang, dilansir dari Bloombergtechnoz berdasarkan catatan analis Daiwa Capital Markets Hong Kong Ltd., Dennis Ip. Di sisi lain, Asosiasi Industri Fotovoltaik China selaku kelompok lobi utama bidang surya mengingatkan bahwa komersialisasi teknologi skala besar ini masih memerlukan waktu yang lama.