Kompolnas Nilai Polri Mampu Atasi Begal Tanpa Bantuan Prajurit TNI

Share

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mempunyai kemampuan yang sangat mumpuni untuk mengatasi aksi kejahatan jalanan atau begal. Pernyataan ini muncul setelah adanya kebijakan dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang memberikan izin kepada prajuritnya untuk ikut menangani begal, seperti dilansir dari Detikcom.

Komisioner Kompolnas Choirul Anam menjelaskan bahwa kemajuan teknologi serta dukungan sumber daya manusia yang ada saat ini seharusnya membuat Polri bisa bekerja secara profesional dalam memberantas komplotan begal.

"Saya kira dengan kemajuan masyarakat yang sekarang, dengan teknologi yang juga maju dan sebagainya, saya kira kepolisian mampu untuk memberantas kejahatan jalanan. Apalagi kepolisian sudah ditunjang secara personal, ditunjang oleh teknologi, dibekali oleh peralatan yang canggih," kata Anam kepada wartawan di Kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Infrastruktur pengamanan di kota-kota besar menurut Anam sudah sangat menunjang efektivitas kerja aparat kepolisian. Faktor pendukung tersebut meliputi sebaran kamera pengawas atau CCTV di berbagai lokasi serta kemudahan akses komunikasi darurat.

"Secara jalanan, banyak CCTV di mana-mana. Secara masyarakat, masyarakat juga sudah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi antar-sesama masyarakat, plus masyarakat dengan kepolisian, apalagi ada (hotlinr) 110," tuturnya.

Rekam jejak korps bhayangkara dalam melumpuhkan pelaku begal di berbagai wilayah Indonesia juga dinilai sangat panjang dan berhasil. Oleh sebab itu, Kompolnas terus mendorong peningkatan profesionalitas internal Polri.

"Rekam jejaknya cukup panjang ya, kepolisian menghadapi begal ini di seluruh wilayah Indonesia. Dan beberapa kasus-kasus gede berhasil," tutur Anam.

Polri diharapkan tetap memiliki rasa percaya diri yang tinggi terhadap kemampuan personelnya sendiri. Integrasi sistem teknologi bersama instansi terkait dianggap sudah sangat mencukupi.

"Dibantu dengan CCTV, tidak hanya CCTV-nya warga, tapi juga CCTV-nya Pemprov, belum lagi Komdigi dan sebagainya yang CCTV-nya canggih, bisa deteksi wajah dan sebagainya. Saya kira kepolisian harus yakin bahwa mereka mampu dan profesional seperti sebelum-sebelumnya," imbuh Aman.

Masyarakat juga diimbau untuk bersikap proaktif dalam melaporkan segala bentuk indikasi kejahatan jalanan melalui saluran komunikasi resmi milik kepolisian.

"Penting kepolisian kita dorong dan kita support supaya keamanan dan kenyamanan kita terjaga. Bagi masyarakat yang mendapatkan informasi tentang begal, silakan berkomunikasi langsung dengan kepolisian sampai level paling bawah," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas mengungkapkan bahwa Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah mengizinkan prajurit TNI untuk membantu Polri dalam mengatasi persoalan begal di lapangan.

"Tidak ada instruksi khusus dari Panglima TNI untuk operasi pemberantasan begal, namun menyetujui atau mengizinkan jajaran TNI untuk melakukannya dengan prinsip kehadiran prajurit di lapangan merupakan bagian dari upaya membantu Polri," kata Nas dilansir Antara, Rabu (27/5).

Nas menerangkan bahwa personel TNI tidak akan mengintervensi proses hukum, penindakan, maupun pemeriksaan terhadap pelaku begal. Keterlibatan TNI hanya fokus pada aspek perlindungan masyarakat.

Langkah koordinasi dengan pihak kepolisian juga terus diperkuat demi mencegah terjadinya tumpang tindih fungsi penugasan di lapangan.

"TNI dan Polri selalu berkoordinasi serta bersinergi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing sehingga pelaksanaannya tetap berjalan dalam koridor hukum yang berlaku," kata dia.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: begal Kompolnas polri tni
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author