John Herdman Seleksi Komitmen Pemain Timnas Indonesia Demi Piala Dunia

Share

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menerapkan prinsip tegas dalam memimpin skuad Garuda dengan hanya memprioritaskan pemain yang fokus pada tujuan tim nasional. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi besar membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030, seperti dilansir dari Bola.

Mantan pelatih Kanada tersebut menyatakan keengganannya memercayai pesepak bola yang bergabung dengan tim nasional hanya demi mengejar popularitas, uang, atau sekadar meningkatkan jumlah pengikut di media sosial.

"Jika saya tahu kita datang bersama karena alasan yang sama, saya bisa mempercayai Anda," kata John Herdman dalam sesi wawancara eksklusif Bola Break dengan Bola.com baru-baru ini.

Penegasan mengenai komitmen pemain ini menjadi poin krusial bagi pelatih yang baru diperkenalkan secara resmi oleh PSSI pada Januari lalu tersebut dalam membangun fondasi tim.

"Jika saya pikir Anda datang demi ketenaran, uang, tambahan 100 ribu pengikut di Instagram, atau kontrak endorsement, saya tidak percaya kepada Anda," sambung John Herdman dengan nada meyakinkan.

Herdman menilai para penggawa Garuda memikul tanggung jawab besar yang melampaui kepentingan pribadi, termasuk peluang mencetak sejarah baru bagi sepak bola tanah air.

"Namun, saya percaya kepada Anda jika saya melihat dan tahu Anda benar-benar ada di sini untuk mengubah negara selamanya. Saya siap berperang bersama Anda, itulah titik awalnya," ujarnya.

Guna mengatasi rumitnya iklim sepak bola di negara besar ini, Herdman berencana membekali setiap elemen tim dengan keterampilan, proses, sistem, serta peralatan yang tepat untuk menyatukan visi.

"Jadi sekarang tujuannya adalah membekali setiap departemen dengan keterampilan, proses, sistem, dan alat yang tepat," ujar John Herdman.

Kombinasi keselarasan tujuan dari seluruh elemen pendukung dinilai menjadi titik awal yang mutlak demi menggerakkan seluruh potensi sepak bola nasional secara terstruktur.

"Ketika Indonesia berkumpul sebagai tim nasional, pertama kami harus jelas soal alasan kami bersama. 280 juta orang. 280 juta alasan. Mengapa? Tujuan itu, kejelasan itu adalah titik awal."

Herdman saat ini terus bekerja menciptakan sistem yang memastikan semua pihak bergerak searah tanpa adanya benturan motivasi individu di dalam tim.

"Anda punya banyak orang dengan alasan berbeda mengapa mereka datang bekerja. Kami ingin memastikan hanya ada satu alasan mengapa kami bekerja dan semua orang bekerja secara sistematis menuju tujuan itu," lanjutnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author