Kompolnas Buka Saluran Masukan Masyarakat untuk Kompolnas Award 2026

Share

Komisi Kepolisian Nasional mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi memberikan masukan mengenai satuan kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia yang memiliki pelayanan terbaik dalam rangka ajang penghargaan Kompolnas Award 2026 di Jakarta pada Selasa (2/6/2026), dilansir dari Detikcom.

Langkah pelibatan publik ini dilakukan guna menjaring penilaian yang objektif dari berbagai elemen, termasuk media, tokoh masyarakat, hingga akademisi demi mengapresiasi kinerja luar biasa di lingkungan kepolisian.

"Kami mengimbau kepada seluruhnya masyarakat untuk memberikan masukan terhadap Satuan Kerja Polri yang dinilai yang terbaik. Silakan berkontribusi ke kanal yang kami buka, baik masyarakat, media, tokoh, maupun akademisi," kata Komisioner Kompolnas sekaligus Ketua Pelaksana Kompolnas Award 2026, Ida Oetari.

Ida Oetari menjelaskan bahwa penghargaan ini menyasar satuan kerja dari tingkat Mabes Polri, Polda, Polres, hingga Polsek. Pemberian apresiasi tersebut diharapkan mampu memicu peningkatan kualitas pelayanan di satuan-satuan lainnya.

"Harapannya apa? Memberikan motivasi kepada Satker lain yang kurang, ya kurang beruntung untuk berkinerjanya. Sehingga diharapkan ada proses yang namanya best practice yang bisa diikuti oleh Polres atau Polda atau Satker lainnya, sehingga diharapkan mereka berkinerja dengan baik," jelas Ida Oetari.

Pihak panitia juga menerapkan pemisahan kategori penilaian pada tahun ini agar kompetisi berjalan lebih adil. Perubahan ini mencakup pemisahan tingkat Polres berdasarkan pangkat pimpinannya serta pengelompokan Polsek sesuai kriteria wilayah.

"Tahun lalu disatukan, tapi sekarang kita bedakan antara Polres yang Kapolresnya berpangkat AKBP dengan Polres yang Kapolresnya berpangkat Kombes. Begitu juga Polsek, kita bedakan sesuai kriteria Astamarena, yakni Polsek Urban dan Polsek Rural," tutur Ida Oetari.

Sementara itu, pembagian kategori untuk tingkat Mabes Polri tetap dibedakan atas satuan operasional dan non-operasional, sedangkan tingkat Polda dibagi menjadi Kelompok A dan Kelompok B. Ida Oetari menekankan bahwa respons terhadap aduan masyarakat memegang bobot nilai paling tinggi.

"Bobot tertinggi adalah seberapa banyak Dumas (Aduan Masyarakat) yang diajukan ke Kompolnas dan bagaimana Polda, Polres, atau Satwil itu meresponsnya? Serta seberapa cepat respons tersebut? Ini yang menjadi ciri khas kami," papar Ida Oetari.

Selain mengandalkan data kuantitatif, Kompolnas bakal menerjunkan tim untuk melakukan peninjauan lapangan langsung ke lima besar nominasi dari tiap kategori. Kunjungan tersebut memanfaatkan formula khusus untuk menyelaraskan data dengan realita lapangan.

"Kami akan menilai 5P, yaitu prosperity (kesejahteraan), planet (lingkungan), people (orang), partnership (kemitraan), dan terakhir peace (perdamaian). Kami ingin memastikan data kuantitatif di tahap pertama selaras dengan kondisi nyata di lapangan," tambah Ida Oetari.

Proses penilaian ini melibatkan tim juri dari berbagai unsur independen demi menjaga kredibilitas hasil akhir. Penyelenggaraan malam penganugerahan Kompolnas Award 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.

"Untuk reward, selain sertifikat dan piala, insyaallah akan ada tambahan reward yang berbeda dari tahun lalu dari Pak Kapolri untuk mendukung operasional di tingkat kewilayahan (Polda, Polres, Polsek). Mudah-mudahan ini menyemangati teman-teman di lapangan," pungkas Ida Oetari.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author