BPS Catat Inflasi Mei 2026 Capai 3,08 Persen

Share

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laju inflasi nasional mencapai 3,08 persen secara tahunan (yoy) pada Selasa (2/6/2026), dengan Provinsi Maluku mengalami kenaikan tertinggi sebesar 0,93 persen secara bulanan.

Data pergerakan harga konsumen di seluruh wilayah Indonesia per Mei 2026 tersebut memperlihatkan adanya inflasi di 31 provinsi, sedangkan 7 provinsi lainnya justru mengalami deflasi, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

Realisasi inflasi tahunan ini menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan April yang berada di angka 2,42 persen, sekaligus melampaui proyeksi konsensus pasar sebesar 2,94 persen karena pergerakan Indeks Harga Konsumen yang naik dari 108,07 menjadi 111,4.

“Inflasi tertinggi terjadi di Maluku yaitu sebesar 0,93% dan deflasi terdalam terjadi di Gorontalo yaitu sebesar 0,96%,” kata Pudji Ismartini, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS.

Jika dirinci berdasarkan wilayah, inflasi tertinggi di Pulau Sumatera berada di Sumatera Barat sebesar 0,90 persen, sementara untuk Pulau Jawa dipimpin oleh Jawa Timur sebesar 0,28 persen, Jawa Barat 0,24 persen, dan Jawa Tengah 0,23 persen.

Pada wilayah lain, Sulawesi Tenggara mencatat inflasi tertinggi di pulaunya sebesar 0,92 persen, Bali memimpin wilayah Bali-Nusra dengan 0,42 persen, Kalimantan Tengah mencatat 0,34 persen, sedangkan Nusa Tenggara Timur dan Papua masing-masing mengalami deflasi sebesar 0,26 persen dan 0,68 persen.

Pihak otoritas statistik juga mengidentifikasi sejumlah komoditas utama masyarakat yang menjadi pemicu utama kenaikan harga pada periode berjalan ini.

"Komoditas dengan andil inflasi terbesar ialah ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, sigaret kretek mesin, dan cabai merah," kata Pudji Ismartini, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author