Kahudi Wahyu Melaporkan Penunggakan Gaji Dua Klub ke APSSI

Share

Pelatih sepak bola Kahudi Wahyu Widodo melaporkan permasalahan penunggakan gaji yang dialaminya di dua klub berbeda, yaitu PSIS Semarang dan PSBS Biak, kepada Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI).

Masalah finansial ini dihadapi Kahudi sepanjang musim komparasi 2025/2026 saat dirinya aktif bekerja untuk kedua tim tersebut, sebagaimana dilansir dari Bola.

Mantan pelatih berusia 47 tahun itu merinci haknya yang belum terpenuhi di PSIS Semarang berjumlah dua bulan upah, yang terdiri atas satu bulan gaji berjalan serta satu bulan kompensasi pemutusan kontrak.

"Gaji saya di PSIS Semarang belum dibayar. Hitungannya satu bulan gaji berjalan plus satu bulan kompensasi pemutusan kontrak. Jadi, totalnya dua bulan," ungkap Kahudi Wahyu Widodo, Pelatih.

Arsitek tim kelahiran Madiun tersebut menyayangkan kebijakan manajemen PSIS yang dinilai sangat agresif mendatangkan pemain baru pada bursa transfer paruh musim Pegadaian Championship 2025/2026, tetapi mengabaikan hak staf pelatih lokal.

"Selama ini saya diam karena cinta PSIS, mantan tim. Tapi, kok kebangetan, jor-joran beli pemain, tapi gaji menunggak," keluh Kahudi Wahyu Widodo, Pelatih.

Persoalan serupa kembali mendera Kahudi saat dirinya pindah dan ditunjuk menjadi asisten pelatih di klub PSBS Biak mulai Desember 2025 dengan nilai tunggakan hak yang justru lebih besar.

"Di PSBS Biak ada empat bulan gaji yang belum dibayarkan," kata Kahudi Wahyu Widodo, Pelatih.

Krisis finansial internal di PSBS Biak sepanjang BRI Super League 2025/2026 menyebabkan seluruh pemain dan jajaran pelatih tidak menerima upah bulanan hingga kompetisi berakhir, yang kemudian memicu penurunan performa tim hingga terdegradasi ke Liga 2.

Manajemen PSIS sempat memberikan jaminan sementara berupa satu unit mobil tanpa dokumen BPKB kepada Kahudi, yang dijanjikan akan ditarik kembali dalam sepekan setelah sisa haknya dilunasi, namun janji pembayaran tersebut belum terealisasi hingga kini.

Laporan resmi terkait kasus penunggakan gaji ini telah diajukan secara langsung oleh Kahudi kepada pihak APSSI, tetapi organisasi pelatih tersebut belum berhasil memberikan solusi atau membuahkan hasil nyata atas tuntutannya.

"Gaji staf pelatih, coach Bowo yang hanya tujuh juta dikali dua bulan saja sampai sekarang juga belum dibayarkan," kata Kahudi Wahyu Widodo, Pelatih.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author