Badan Anti-Pembajakan Global Tutup Situs Streaming HiAnime Secara Permanen

Share

Badan anti-pembajakan global menutup situs streaming anime ilegal HiAnime secara permanen setelah tidak beroperasi selama lebih dari tiga bulan akibat penindakan konten tanpa izin pemilik hak cipta. Pengumuman penutupan ini dibagikan secara resmi pada hari Senin (1/6/2026).

Langkah tegas ini berdampak langsung pada operasional platform pembajakan tersebut. Dilansir dari Detikcom, pengelola memastikan situs tidak akan aktif kembali setelah sempat diupayakan untuk dipertahankan oleh tim internal.

Pihak pengelola menyampaikan kepastian berhentinya operasional platform tersebut melalui pengumuman resmi kepada komunitas mereka.

"Kami sekarang telah menyimpulkan bahwa situs web tidak akan kembali dan telah menghentikan operasinya secara permanen," bunyi pesan Discord dari HiAnime.

Tim staf sempat mencoba berkomunikasi dengan pengelola inti untuk membahas potensi perubahan nama merek sebelum keputusan akhir diambil.

"Seperti yang Anda ketahui, sudah sekitar 80 hari sejak situs web yang berafiliasi dengan komunitas ini ditutup karena alasan tertentu. Selama periode ini, tim staf dan dewan administrasi telah secara konsisten mencoba menghubungi tim situs web melalui semua saluran kontak yang dialokasikan, sehubungan dengan kemungkinan perubahan merek." jelas pihak HiAnime.

Setelah kepastian penutupan diperoleh, tim administrasi mengonfirmasi kelanjutan status operasional situs yang telah menyajikan konten ilegal tersebut.

"Oleh karena itu, kami sekarang telah menyimpulkan bahwa situs web tersebut tidak akan kembali dan telah menghentikan operasinya secara permanen." tambah pihak HiAnime.

Kerugian masif dialami industri anime akibat maraknya platform ilegal ini. Berdasarkan survei resmi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI), HiAnime menjadi salah satu pemicu kerugian senilai 2,3 triliun yen atau Rp257 triliun pada tahun 2025, melonjak 150 persen dari data tahun 2022.

Sebelum keputusan ini, beberapa platform ilegal lain seperti AnimeKai juga telah menghentikan kegiatan operasional mereka lebih awal sejak bulan Mei lalu.

"Seperti yang Anda lihat, dengan banyak hal baru-baru ini, kami tidak dapat melanjutkan menjalankan proyek ini. Saatnya untuk mencadangkan daftar Anda dan menemukan rumah baru untuk perjalanan anime Anda," kata pihak AnimeKai.

Penegakan hukum ini diperkuat oleh kolaborasi global antara platform legal seperti Netflix, Disney+, dan Crunchyroll bersama penerbit Jepang seperti Shueisha. Kolaborasi tersebut telah berhasil menutup berbagai situs besar seperti 9anime, Sflix, Watchseries, Fmovies, dan HiAnime.

Selain platform video, penindakan juga menyasar pembajakan komik. Pada Januari 2026, penerbit Kakao Entertainment berhasil melacak lokasi utama dan menutup situs pembajakan manga populer Bato.to melalui kerja sama dengan pihak berwenang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author