Polda Riau Rilis Medali Panah Riau Bhayangkara Run 2026

Share

Panitia pelaksana Riau Bhayangkara Run 2026 memperkenalkan desain medali finisher unik berbentuk anak panah yang sarat makna filosofis pada Minggu (31/5/2026). Perlombaan lari yang digagas oleh Kepolisian Daerah Riau ini dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 mendatang.

Desain medali yang tidak biasa tersebut sengaja dipilih untuk memberikan representasi mendalam mengenai esensi perjuangan para pelari, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Setiap elemen bentuk geometris pada medali mencerminkan visi pergerakan maju dan komitmen terhadap lingkungan hidup.

Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026 sekaligus Karorena Polda Riau, Kombes Daniel Muharam, menjelaskan bahwa bentuk anak panah tersebut dipilih karena memiliki filosofi mendalam tentang arah dan fokus perjuangan peserta.

"Filosofi bentuk panah ini, bentuk utama medali yang menyerupai anak panah mengarah ke depan dan ke bawah melambangkan perjalanan seorang pelari yang memiliki tujuan, fokus, dan arah yang jelas," kata Kombes Daniel Muharam, Karorena Polda Riau sekaligus Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026.

Daniel menambahkan bahwa ajang olahraga ini mengusung semangat penegakan hukum yang berbasis lingkungan demi memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas.

"Filosofi ini menggambarkan bahwa Riau Bhayangkara Run hadir dengan misi yang jelas melalui semangat Green Policing, mengajak masyarakat berlari dengan tujuan yang lebih besar daripada sekadar olahraga," papar Kombes Daniel Muharam, Karorena Polda Riau sekaligus Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026.

Bentuk meruncing ke bawah pada medali juga diartikan sebagai proses panjang yang harus dilalui oleh setiap pelari dari awal hingga berhasil mencapai garis akhir.

"Mulai dari kilometer pertama hingga garis finis, setiap pelari melewati proses yang membentuk mental, disiplin, dan ketangguhan," kata Kombes Daniel Muharam, Karorena Polda Riau sekaligus Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026.

Lebih lanjut, karakteristik Bhayangkara sebagai pelindung masyarakat turut dituangkan ke dalam desain geometris yang menyerupai ujung tombak dan panah tersebut.

"Ini melambangkan komitmen untuk menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus menjaga alam dan ekosistem Riau untuk generasi mendatang," ujar Kombes Daniel Muharam, Karorena Polda Riau sekaligus Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026.

Melalui simbol panah ini, kepolisian berharap gerakan kolektif dari ribuan peserta lari dapat menginisiasi perubahan lingkungan yang signifikan di wilayah Riau.

"Panah pada medali ini menjadi simbol bahwa setiap pelari adalah bagian dari gerakan perubahan. Ketika ribuan peserta bergerak ke arah yang sama, lahirlah kekuatan kolektif untuk menciptakan dampak nyata bagi lingkungan," pungkas Kombes Daniel Muharam, Karorena Polda Riau sekaligus Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026.

Acara puncak Riau Bhayangkara Run 2026 direncanakan akan dibuka secara resmi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui prosesi flag off.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author