Montreal Victoire Sabet Gelar Juara PWHL Usai Tekuk Ottawa Charge
Montreal Victoire sukses mengamankan trofi Walter Cup pertama mereka setelah menundukkan Ottawa Charge dengan skor 4-0 di Canadian Tire Centre, Ottawa, pada Rabu malam, 20 Mei 2026.
Kemenangan pada laga keempat ini memastikan keunggulan Montreal Victoire dengan agregat 3-1 dalam seri final Professional Women's Hockey League (PWHL) yang menggunakan sistem best-of-five.
Hasil tersebut sekaligus mencatatkan sejarah baru karena untuk pertama kalinya tim asal Kanada berhasil memenangkan gelar juara dalam tiga tahun sejarah bergulirnya kompetisi liga hoki es wanita profesional ini.
Abby Roque menjadi bintang lapangan bagi Montreal dengan menyumbang dua gol, di mana salah satu gol krusialnya tercipta saat tim sedang bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit di atas es.
Penyerang Montreal tersebut mengungkapkan kebanggaan mendalam atas perjuangan luar biasa yang telah dilewati oleh seluruh anggota timnya sepanjang babak playoff tahun ini.
"The things that we battled through during these playoffs were just out of this world," kata Abby Roque, penyerang Montreal Victoire.
"The amount of heart on this team. I love everybody and i couldn't be proudest."
Selain performa apik Roque, gelar berharga ini juga dipastikan lewat gol tambahan dari Maggie Flaherty serta Lina Ljungblom pada periode ketiga pertandingan.
Kapten tim Marie-Philip Poulin dinobatkan sebagai Ilana Kloss Playoff MVP setelah mencatatkan total delapan poin di fase pascamusim, sementara kiper Ann-Renée Desbiens tampil kokoh melakukan 23 penyelamatan.
Kori Cheverie selaku pelatih kepala Montreal Victoire menorehkan sejarah personal sebagai pelatih perempuan pertama yang berhasil memenangi trofi Walter Cup sejak liga ini didirikan.
Di kubu lawan, kepala pelatih Ottawa Charge, Carla MacLeod, sempat memberikan apresiasi tinggi terhadap performa dan kontribusi besar yang diberikan oleh salah satu pemain andalannya, Emily Clark, menjelang laga keempat tersebut.
"Yeah, there’s a lot of heavy minutes there for the (Hughes, Clark, Hemp) line, and obviously Ronja (Savolainen) and Rory (Guilday) on the back end," kata Carla MacLeod, kepala pelatih Ottawa Charge.
"Joce (Larocque) and (Brooke) Hobson have also garnered some of those minutes. It’s an important component of course. You know they’re a very talented team, Montreal is. We’ve seen it time in and time out."
MacLeod juga menambahkan bahwa dedikasi serta profesionalisme kerja yang ditunjukkan oleh Clark selalu menjadi motor penggerak utama bagi semangat juang seluruh skuad Ottawa Charge.
"Her effort is always through the roof," kata Carla MacLeod, kepala pelatih Ottawa Charge.
"You never have to worry about Emily. When she comes to the rink she’s the consummate professional. She’s going to be all in for our crew and she has been every game she’s played here in Ottawa for us…Emily’s the heartbeat of this team and has been for so long and she’s continuing to lead the way."
Sebelum pertandingan penentu ini digelar, Emily Clark sendiri mengaku sangat menikmati tantangan besar untuk mengawal ketat lini serang berbahaya milik Montreal yang dipimpin oleh sang kapten Poulin.
"You have to have a lot of respect and be aware of them," kata Emily Clark, pemain Ottawa Charge.
"They’re incredible players and some of the best in the world, obviously. So, I think our team’s done a really good job trying to manage them and for us any time we can have that matchup it’s something we get excited about."
Sementara itu, pelatih kepala Montreal Victoire, Kori Cheverie, sempat mengingatkan anak asuhnya untuk terus mempertahankan intensitas bermain yang tinggi demi meredam ambisi bangkit dari Ottawa.
"I thought that we need to continue to match their urgency and play our style of game," kata Kori Cheverie, kepala pelatih Montreal Victoire.
Cheverie juga memilih bersikap diplomatis ketika ditanya mengenai detail evaluasi taktis spesifik yang perlu segera dibenahi oleh timnya menjelang bentrokan krusial di laga keempat.
"I think that on both sides of the puck we’d like to be better with the puck and we’d like to be better without the puck," kata Kori Cheverie, kepala pelatih Montreal Victoire.
"And I think, you know, that’s something that we’ll find the adjustments that we need to make and we’ll make them."
Kekalahan telak ini memaksa Ottawa Charge harus puas menempati posisi runner-up untuk kedua kalinya secara beruntun di final Walter Cup setelah pada edisi 2025 lalu mereka juga takluk dari Minnesota.