Donald Trump Tawarkan Diri Gantikan Seniman di Washington

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menawarkan dirinya sebagai alternatif pengisi acara setelah gelombang pembatalan oleh sejumlah seniman yang dijadwalkan tampil dalam perayaan ulang tahun ke-250 AS di Washington, dilansir dari Bloombergtechnoz pada Minggu (31/5/2026).

Langkah ini diambil setelah sedikitnya lima dari sembilan penampil memutuskan mundur dari acara National Mall minggu ini karena menilai perayaan bertajuk Freedom 250 tersebut bermuatan politis.

Respons atas mundurnya para pengisi acara itu disampaikan langsung oleh Trump melalui sebuah unggahan di media sosial miliknya pada Sabtu (30/5/2026) waktu setempat.

"Saya sedang mempertimbangkan untuk membawa Atraksi Nomor Satu ke mana pun di Dunia," tulis Trump.

Ia menambahkan rencana untuk mengganti para penampil tersebut dengan sebuah pidato besar guna menggalang dukungan bagi negara.

"menggantikan para ‘Seniman’ kelas tiga yang dibayar mahal ini, dan memberikan pidato besar, menggalang negara maju seperti yang telah saya lakukan sejak menjadi Presiden!" kata Trump.

Pihak penyelenggara, Freedom 250, mengonfirmasi kehadiran sang presiden beberapa jam setelah unggahan tersebut dan menyebut Trump sebagai sosok visioner di balik acara.

Organisasi nirlaba publik-swasta ini mengumumkan bahwa Trump akan memulai rangkaian acara pada Rabu, 24 Juni 2026, dalam sebuah upacara pembukaan.

Trump juga menuduh para artis merasa gugup, meskipun jadwal penampilan mereka sebenarnya tidak bertepatan dengan hari Rabu.

"merasa gugup karena harus tampil pada hari Rabu" kata Trump.

Guna merealisasikan rencana tersebut, ia memerintahkan perwakilannya untuk mengkaji peluang menggelar rapat umum tandingan di lokasi yang sama.

"Jadi, dengan salinan KEBENARAN ini, saya memerintahkan perwakilan saya untuk mempertimbangkan kemungkinan mengadakan Reli AMERICA IS BACK pada hari Rabu, Washington, D.C., waktu dan lokasi yang sama," tulis Trump.

Adapun daftar penampil yang membatalkan kehadiran meliputi Martina McBride, Young MC, The Commodores, Morris Day and The Time, serta Bret Michaels.

Sementara itu, beberapa musisi lain seperti C+C Music Factory, Vanilla Ice, dan Flo Rida belum menyatakan perubahan rencana penampilan mereka.

Salah satu penampil yang bertahan, Vanilla Ice, memberikan pembelaan terkait netralitas acara tersebut melalui sebuah video di media sosial.

Ia menegaskan bahwa partisipasinya murni untuk pertunjukan musik.

"bukan platform politik." kata Vanilla Ice.

Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar atau keterangan lebih lanjut mengenai unggahan media sosial Trump tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author