Militer Israel Rebut Kastil Beaufort Bersejarah di Lebanon Selatan

Share

Pasukan militer Israel mengklaim telah merebut Kastil Beaufort (Qalaat al-Shaqif) di dekat kota Nabatieh, Lebanon Selatan, pada Minggu (31/5/2026). Dilansir dari Detikcom, bendera Israel kini berkibar di atas benteng abad pertengahan strategis yang berjarak sekitar 15 kilometer dari perbatasan tersebut.

Suara tembakan artileri terdengar disertai kepulan asap di sekitar lokasi saat bendera penyerang terlihat di atas benteng pertahanan Perang Salib itu. Berdasarkan laporan stasiun televisi Israel, Kan, wilayah ini sempat menjadi basis militer Israel selama dua dekade masa pendudukan terdahulu.

Situs warisan dunia yang dilindungi UNESCO ini pernah dikuasai Israel selama 18 tahun sebelum mereka mundur dari Lebanon pada tahun 2000. Perebutan kembali objek vital ini menjadi keuntungan besar bagi militer Israel yang terus bertempur melawan kelompok Hizbullah sejak 2 Maret.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi penguasaan benteng bersejarah tersebut di tengah perluasan operasi darat mereka. Langkah ofensif ini memicu kecaman keras dari Perdana Menteri Lebanon yang menyebutnya sebagai kebijakan bumi hangus.

"Empat puluh empat tahun setelah Pertempuran Beaufort yang heroik, dan pada hari ini memperingati para prajurit yang gugur dalam Perang Lebanon Pertama, pasukan kita telah kembali ke puncak Beaufort dan sekali lagi mengibarkan bendera Israel di sana," kata Katz dalam sebuah unggahan di media sosial.

Katz menambahkan bahwa perluasan operasi militer tersebut dilakukan atas perintah langsung pimpinan tertinggi. Langkah strategis ini diklaim bertujuan untuk mengamankan wilayah komunitas Galilea serta menjamin keselamatan pasukan di garis depan.

"Di bawah arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya, IDF memperluas operasi di Lebanon, menyeberangi Sungai Litani, dan merebut Punggungan Beaufort-salah satu titik strategis terpenting untuk mempertahankan komunitas Galilea dan menjaga keamanan pasukan kita," tambah Katz.

Penyerangan ke kompleks benteng Beaufort ini berjalan selaras dengan instruksi evakuasi massal dari militer Israel di wilayah selatan Sungai Zahrani. Otoritas militer Israel menegaskan target operasi mereka adalah infrastruktur milik kelompok bersenjata Hizbullah yang disokong Iran.

"Siapa pun yang berada di dekat elemen, fasilitas, atau sarana tempur Hizbullah membahayakan nyawa mereka. Setiap bangunan yang digunakan oleh Hizbullah untuk tujuan militer dapat menjadi sasaran!" kata Adraee, Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee dalam sebuah unggahan di media sosial.

Hingga saat ini, pihak berwenang Lebanon belum memberikan komentar resmi mengenai jatuhnya Kastil Beaufort ke tangan Israel. Sementara itu, perintah pengosongan wilayah radius 40 kilometer dari perbatasan masih terus diberlakukan oleh pihak militer.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author