Athletico Paranaense Hadapi Mirassol pada Pekan Ke-18 Liga Brasil
Athletico Paranaense dijadwalkan menjamu Mirassol dalam pertandingan pekan ke-18 Serie A Brasil di Arena da Baixada, Curitiba, pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 16.00 waktu setempat. Laga ini menjadi momentum krusial bagi kedua tim karena menjadi penampilan terakhir sebelum kompetisi domestik dihentikan sementara menjelang gelaran Piala Dunia 2026.
Pertandingan ini mengusung misi yang kontras bagi kedua belah pihak di papan klasemen. Dilansir dari Estadão, tuan rumah yang berada di peringkat keempat dengan 27 poin berambisi mengamankan posisi G-4 dari kejaran Red Bull Bragantino dan Coritiba, sementara Mirassol tertahan di zona degradasi pada peringkat ke-18 dengan raihan 16 poin.
Pertemuan ini sekaligus menandai kembalinya pelatih Mirassol, Rafael Guanaes, ke stadion milik mantan klubnya tersebut setelah berpisah lima tahun lalu. Berdasarkan laporan umdoisesportes.com.br, Rafael Guanaes yang pernah membawa tim muda Furacao meraih gelar juara kini telah berkembang menjadi salah satu pelatih papan atas di Brasil.
Meskipun demikian, sang juru taktik memiliki memori kurang menyenangkan saat mengawali kariernya di Arena da Baixada beberapa tahun silam.
"Lembro muito das pancadas que já levei. Muitas vezes são humilhações e injustiças que, naquele momento ali, eu não entendia. Mas faz parte de um processo de amadurecimento. Aqui no Brasil é assim, a gente tritura profissionais. No primeiro jogo com o Athletico, levo minha mãe, minha esposa, meus filhos para assistir e me xingaram de burro" cetus Rafael Guanaes, pelatih Mirassol.
Cemoohan tersebut muncul dari tribun penonton setelah keputusan pergantian pemain yang dibuatnya dinilai tidak populer oleh para pendukung tuan rumah saat itu.
"Já no meu primeiro jogo ter esse xingamento, que é normal para o treinador. Aliás, todos são treinadores no Brasil hoje, sempre foram. E o mais burro está ali no banco, né? Isso me marcou, cara. Estava acabando de chegar de um clube pequeno do interior de São Paulo para um clube gigante no Campeonato Brasileiro, que tava disputando competições continentais, em uma fase forte e em evidência total" kenang Rafael Guanaes, pelatih Mirassol.
Walau sempat mendapatkan tekanan hebat di awal masa jabatannya, situasi internal tim akhirnya berhasil membaik hingga berujung pada perolehan trofi juara di akhir musim kompetisi regional.
"Naquela época, eram dois turnos no Paranaense. Aí a gente faz uma total reformulação. Agradeço muito ao Paulo André, que me contratou, Thiago Gasparino, Rui Costa, que é diretor do São Paulo, e o Alessandro, que foi meu auxiliar e lateral-direito [campeão brasileiro pelo Athletico em 2001]" kata Rafael Guanaes, pelatih Mirassol.
Keberhasilan melewati masa-masa sulit tersebut diakui sang pelatih memberikan pelajaran berharga dalam perjalanan karier profesionalnya di dunia sepak bola.
"Foi um baita desafio, que tomamos pancada para caramba no começo e goleamos todo mundo no segundo turno. Tem um jogo muito marcante contra o Coxa também. O Marquinho, que jogou na Roma, era meu jogador nessa época, o Bérgson. Age nte fechou muito ali com a piazada da categoria de base. É mais uma história muito bonita que terminou com o título. O título é a cereja, mas o processo é o que mais conta. Não tem preço na jornada" pungkas Rafael Guanaes, pelatih Mirassol.
Menurut data dari Terra, siaran langsung pertandingan antara Athletico Paranaense dan Mirassol dapat diakses oleh para penggemar melalui saluran Premiere mulai pukul 14.30 waktu setempat untuk memantau persiapan kedua tim di lapangan.