BMKG Catat Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pangandaran
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis, 21 Mei 2026 pukul 04.04.56 WIB. Getaran akibat aktivitas seismik tersebut dilaporkan terasa hingga ke sejumlah daerah di wilayah Priangan Timur, termasuk Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar.
Berdasarkan data resmi dari BMKG, pusat gempa bumi tersebut berlokasi di koordinat 8.34 LS – 108.25 BT. Titik tersebut berada di laut dengan jarak 76 kilometer arah selatan dari Kabupaten Pangandaran pada kedalaman 23 kilometer.
"Hingga saat informasi ini disebarkan, belum ada laporan dirasakan di wilayah Jawa Barat," tulis BMKG saat laporan awal terjadinya gempa.
Meskipun laporan awal BMKG menyatakan belum ada dampak yang dirasakan, warga di beberapa daerah Priangan Timur mengaku merasakan guncangan. Di Kota Tasikmalaya, sejumlah warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah maupun yang terbangun dari tidur merasakan getaran selama beberapa detik.
"Saya sudah bangun dan kebetulan sedang duduk makan, terasa seperti gempa biasa, kursi terasa bergetar," ujar Frida FJ, warga Bumi Endah Residence, Kelurahan Parakannyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.
Frida menambahkan bahwa durasi guncangan yang ia rasakan berlangsung relatif singkat tanpa adanya fenomena seismik lanjutan di lingkungannya.
"Saya sampai berkata 'aya lini' (ada gempa). Tapi sebentar sih hanya beberapa detik. Alhamdulillah tak ada getaran susulan," ujar Frida.
Dampak getaran juga dirasakan oleh warga yang sedang terjaga setelah menyaksikan pertandingan final Liga Europa 2025/2026. Salah seorang warga, Ujang, menyampaikan bahwa situasi di sekitar tempat tinggalnya tetap kondusif pascagejala alam tersebut.
"Saat gempa saya sedang menonton televisi closing ceremony setelah penyerahan trofi kepada Aston Villa sebagai juara yang mengalahkan Freiburg skor 3-0. Alhamdulillah gempanya tak besar, tak sampai membuat tetangga-tetangga heboh atau keluar rumah," ujar Ujang.
Guncangan tersebut dipastikan tidak menimbulkan kerusakan fisik pada bangunan rumah milik warga di wilayah terdampak.
"Tak sampai ada benda yang jatuh atau kerusakan di rumah," ucap Ujang.
Hingga berita ini diturunkan oleh Kabar Priangan, pihak BMKG belum memberikan informasi atau indikasi mengenai adanya aktivitas gempa bumi susulan di wilayah tersebut.