Persib Bandung Kena Sanksi FIFA Akibat Pemutusan Kontrak Daisuke Sato
Klub sepak bola Persib Bandung dijatuhi sanksi Registration Ban List atau larangan pendaftaran pemain baru oleh FIFA. Sanksi dari federasi sepak bola internasional tersebut muncul akibat adanya permasalahan terkait pemutusan kontrak dengan bek asal Filipina, Daisuke Sato.
Seperti dikutip dari Bola, manajemen Persib Bandung telah mengakhiri kerja sama dengan Daisuke Sato pada Januari 2024. Padahal, pesepak bola keturunan Jepang tersebut sebelumnya telah menyetujui perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun pada Januari 2023 yang mengikatnya hingga 2025.
Pihak manajemen Persib Bandung langsung memberikan klarifikasi resmi mengenai status hukum yang sedang membayangi klub. Manajemen menegaskan telah mengawal proses sengketa administratif ini sejak awal bergulir.
"Menanggapi informasi mengenai status larangan registrasi pemain baru dari FIFA yang saat ini beredar di publik, kami ingin menyampaikan bahwa Persib telah mengetahui dan mengikuti proses terkait perkara ini sejak awal," ujar Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.
Adhitia Putra Herawan mengonfirmasi bahwa hukuman dari badan tertinggi sepak bola dunia itu murni disebabkan oleh satu kasus spesifik. Persoalan tersebut berakar dari kesepakatan penghentian kontrak kerja sama di tengah jalan.
"Perlu kami jelaskan bahwa keputusan tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023."
Pihak klub juga membantah spekulasi liar yang beredar di kalangan pencinta sepak bola nasional. Manajemen memastikan tidak ada pelanggaran hak finansial yang mendasar terhadap sang pemain selama masa bakti.
"Dengan demikian, persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak," jelas Adhitia.
Daisuke Sato bergabung dengan Maung Bandung pada Juni 2026 setelah meninggalkan klub asal Thailand, Ratchaburi FC. Pemain bernomor punggung tersebut menjadi salah satu pilar lini pertahanan selama satu setengah tahun lebih.
Dalam rekam jejaknya, Daisuke Sato mengemas 44 kali penampilan bersama Pangeran Biru di kompetisi BRI Super League musim 2022/2023 dan 2023/2024. Bek timnas Filipina ini membukukan dua gol, satu assist, serta mengantongi 15 kartu kuning.
Manajemen menegaskan komitmen profesional klub dalam mematuhi seluruh regulasi sepak bola modern. Pihak PT Persib Bandung Bermartabat menyatakan selalu menghargai seluruh elemen yang bekerja untuk klub.
"Sebagai klub yang berkomitmen menjalankan tata kelola sepak bola yang baik, Persib senantiasa berupaya memenuhi seluruh kewajiban kontraktual serta menjalankan setiap proses sesuai regulasi yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional," tutur Adhitia.
Prinsip keterbukaan dan kepatuhan hukum diklaim menjadi pilar utama dalam menjalankan roda organisasi. Persib memastikan pemenuhan hak mitra kerja tetap menjadi prioritas tertinggi mereka.
"Penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan prinsip yang selalu kami pegang dalam menjalankan klub."
Langkah penyelesaian secara administratif kini tengah ditempuh oleh manajemen Persib guna mencabut sanksi pembatasan tersebut. Proses pembayaran atau pemenuhan poin keputusan FIFA sedang berjalan.
"Saat ini, kami sedang menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan tersebut dan menindaklanjuti seluruh proses administratif yang diperlukan."
Persib menargetkan pemulihan status regulasi transfer secepatnya setelah seluruh kewajiban terpenuhi. Manajemen akan menempuh jalur resmi yang disediakan oleh FIFA.
"Setelah kewajiban tersebut diselesaikan, kami akan melanjutkan proses sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA agar status tersebut dapat ditinjau dan dicabut sebagaimana ketentuan yang berlaku," ungkap Adit.
Dampak Sanksi Terhadap Operasional Klub
Meskipun terkena sanksi pembekuan pendaftaran pemain baru, internal tim dikabarkan tetap kondusif. Adhitia Putra Herawan memastikan program kerja tim utama sama sekali tidak terganggu oleh persoalan hukum ini.
Agenda pramusim, perancangan skuad untuk kompetisi mendatang, serta pembinaan usia muda tetap bergulir sesuai jadwal. Manajemen memberikan garansi stabilitas kepada seluruh pendukung dan sponsor.
"Kami juga ingin memastikan kepada seluruh Bobotoh, mitra, dan masyarakat sepak bola Indonesia bahwa situasi ini tidak memengaruhi stabilitas maupun arah pengembangan klub. Aktivitas operasional, persiapan tim, serta berbagai agenda strategis yang telah direncanakan tetap berjalan dengan baik dan sesuai target," terang Adit.
Sengketa hukum terkait kontrak dinilai sebagai dinamika industri yang lumrah terjadi dalam sepak bola profesional global. Hal krusial yang membedakan adalah iktikad baik dari klub untuk bertanggung jawab penuh.
"Dalam ekosistem sepak bola profesional global, persoalan administratif maupun sengketa kontraktual dapat terjadi dan merupakan bagian dari dinamika yang dihadapi banyak klub. Yang terpenting adalah bagaimana setiap pihak menunjukkan itikad baik, tanggung jawab, dan komitmen untuk menyelesaikannya secara profesional. Itulah yang saat ini sedang dilakukan oleh Persib," ungkapnya.
Transparansi informasi sengaja dibuka oleh pihak klub demi meredam simpang siur informasi di media sosial. Konteks yang jelas diharapkan mampu meluruskan persepsi negatif publik.
"Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan Bobotoh terhadap klub ini. Karena itu, kami merasa penting untuk memberikan penjelasan yang utuh agar seluruh pihak memperoleh konteks yang tepat mengenai situasi yang sedang berlangsung," paparnya.
Manajemen Persib meyakini kepatuhan terhadap hukum adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan finansial dan prestasi klub. Dukungan dari suporter setia menjadi energi tambahan untuk merampungkan kasus ini.
"Kami percaya bahwa keterbukaan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap regulasi merupakan fondasi penting dalam membangun klub yang sehat dan berkelanjutan."
Persib Bandung menutup pernyataan resmi dengan mengapresiasi loyalitas Bobotoh yang terus mengawal perkembangan tim. Manajemen fokus menuntaskan masalah administratif ini demi menjaga marwah klub.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan, kepercayaan, dan perhatian yang terus diberikan kepada Persib. Kami akan menyelesaikan proses ini dengan penuh tanggung jawab dan tetap fokus menjalankan komitmen untuk terus bertumbuh, menjaga standar profesionalisme, serta memberikan yang terbaik bagi Bobotoh dan sepak bola Indonesia," katanya.