Atletico Madrid Tolak Penawaran Barcelona Terkait Julian Alvarez

Share

Manajemen Atletico Madrid merespons keras spekulasi kepindahan penyerang mereka, Julian Alvarez, setelah Barcelona dilaporkan mengajukan penawaran resmi sebesar 100 juta euro untuk memboyong pemain asal Argentina tersebut pada bursa transfer musim panas 2026.

Langkah konkret Barcelona untuk memburu Alvarez memicu ketegangan antara kedua klub Liga Spanyol tersebut, hingga mendorong Atletico mengunggah sindiran jenaka di media sosial demi meredam gejolak informasi publik. Dilansir dari laporan ESPN, Fabrizio Romano, dan El Chiringuito, Atletico mengonfirmasi tidak ada proposal resmi yang masuk ke meja negosiasi dan menegaskan bahwa sang striker tidak akan dijual.

Penolakan ini memicu reaksi langsung dari jajaran pelatih Atletico Madrid yang menyadari bahwa dinamika pasar transfer kerap memengaruhi fokus internal tim. Menanggapi spekulasi yang semakin memanas mengenai masa depan anak asuhnya, manajer tim memberikan pandangannya secara terbuka.

"Dia sudah cukup dewasa untuk tahu apa yang akan dilakukannya dan saya kira dia sudah mengambil keputusan," ujar Diego Simeone, Manajer Atletico Madrid.

Situasi semakin memanas setelah media sosial Atletico mengunggah berbagai konten satir yang mengkritik pergerakan senyap Barcelona di luar jalur resmi klub. Pihak internal Atletico menilai pergerakan tersebut merupakan upaya terorganisasi yang mengganggu stabilitas tim melalui mesin propaganda tertentu.

"Semuanya memang terlihat seperti candaan. Tapi situasinya sebenarnya sangat serius," kata sumber internal Atletico Madrid.

Kekesalan Atletico bertambah akibat adanya pemberitaan mengenai bocoran pertemuan agen pemain dengan pihak manajemen Barcelona di Catalan. Pihak klub menilai bahwa Barcelona sengaja membiarkan rumor berkembang luas di publik alih-alih melakukan komunikasi formal antar-klub.

"Selama beberapa mencuatnya laporan mengenai adanya tawaran resmi dari Barcelona. Padahal menurut mereka tidak ada proposal apa pun yang masuk ke meja negosiasi. Selama beberapa bulan terakhir, kami telah menjadi sasaran kampanye fitnah tanpa henti terhadap salah satu pemain kami," tulis manajemen Atletico Madrid melalui akun X resmi klub.

Pihak manajemen juga mengkritik metode pendekatan dari rival domestik mereka yang dianggap tidak mencerminkan nilai profesionalisme dalam sepak bola. Sindiran tajam dilemparkan terkait dengan rekam jejak hukum dan finansial dari pihak peminat.

"Bocoran yang terencana, berita palsu, penghinaan terus-menerus, versi culé (fans Barca) dari mesin propaganda yang mengarang cerita-cerita kecil, panggilan telepon sebelum pertandingan langsung…," lanjut pernyataan resmi Atletico Madrid.

Pernyataan di media sosial tersebut ditutup dengan penegasan bahwa Atletico memegang teguh sportivitas dan tidak akan menggunakan cara-cara non-teknis demi mendaftarkan pemain baru. Mereka meminta rasa hormat yang sama dari klub-klub pesaing.

"Tetapi tentu saja, tidak akan pernah terlintas dalam pikiran kami untuk membayar wakil presiden wasit atau mengandalkan bantuan politik untuk mendaftarkan pemain. Kami menjujung tinggi RESPEK dan NILAI-NILAI," pungkas pernyataan Atleti.

Terkait nilai ekonomi sang penyerang, perwakilan manajemen Atletico menegaskan bahwa Alvarez dilindungi kontrak hingga tahun 2030 dengan klausul pelepasan sebesar 500 juta euro. Ketentuan finansial tersebut harus dipenuhi secara tunai tanpa opsi termin pembayaran jika ada klub lain yang berminat.

"Julian [Alvarez] tidak bisa dibeli dengan skema cicilan atau tambahan bonus," sindir sumber Atletico Madrid.

Upaya pelepasan aset dengan nilai fantastis ini dikabarkan berkaitan dengan rencana perombakan skuad di bawah direktur sepak bola Mateu Alemany setelah Atletico finis di peringkat keempat La Liga. Manajemen klub mematok harga minimal 150 juta euro dan lebih memprioritaskan penjualan ke Paris Saint-Germain atau Arsenal dibandingkan melepas pemain ke Barcelona.

"Kalau ada yang ingin merekrutnya, mereka harus membayar 500 juta euro secara tunai," lanjut sumber tersebut.

Di sisi lain, perwakilan resmi dari sang pemain juga mendapatkan pembelaan dari pihak manajemen Atletico. Masalah utama dalam polemik ini sepenuhnya dituduhkan kepada tata cara komunikasi Barcelona yang dinilai melompati jalur diplomasi antar-klub.

"Kalau Barcelona melakukan semuanya dengan benar, agen tidak akan berada di tengah situasi ini. Masalahnya bukan pada agen, melainkan pada cara Barcelona menangani semuanya," kata sumber itu lagi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author