IHSG Penutupan Naik 1,68 Persen Tembus Level 6.501
Laju Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia berakhir di zona hijau dengan lonjakan 107,46 poin atau 1,68 persen ke level 6.501,59 pada perdagangan Kamis (20/8/2026) sore. Penguatan ini terjadi menyusul sentimen positif dari pasar saham kawasan Asia dan global.
Sejalan dengan indeks utama, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turut mencatatkan kenaikan sebesar 11,27 poin atau 1,80 persen hingga menguat ke posisi 638,27. Pergerakan positif ini konsisten berlangsung sejak pembukaan perdagangan pagi ketika IHSG menguat 0,83 persen ke level 6.447,25.
Penguatan di pasar modal domestik juga diimbangi oleh penguatan nilai tukar rupiah di pasar valuta asing. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah bergerak menguat 46 poin atau 0,26 persen menuju level Rp17.794 per dolar AS.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memberikan analisisnya terkait dinamika pasar modal regional.
"Bursa regional Asia menguat sejalan dengan penguatan bursa Wall Street, dimana pelaku pasar tampaknya mengesampingkan hasil rilis risalah The Fed yang mana banyak para pejabat The Fed mulai mendukung kenaikan tingkat suku bunga pada pertemuan bulan lalu," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico.
Ia menambahkan bahwa fokus investor mancanegara terdorong oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi tersebut memicu pengalihan investasi ke aset yang lebih berisiko setelah Departemen Keuangan AS meningkatkan nilai pembelian kembali obligasi jangka panjang menjadi minimal 4 miliar dolar AS per operasi mulai 9 September 2026.
"Rencana kebijakan ini meredakan kekhawatiran atas kenaikan biaya pinjaman yang telah sangat membebani pasar ekuitas global," ujar Nico.
Secara sektoral, seluruh atau 11 sektor di IDX-IC mengalami penguatan dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 3,46 persen. Volume perdagangan saham di akhir sesi mencapai 77,09 miliar lembar dengan nilai transaksi senilai Rp15,77 triliun dari 2.262.000 kali frekuensi transaksi.